Ibunda Ungkap Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Diculik Tentara Israel

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Sutrawati Kaharuddin (52), ibu dari Andi Angga Sadewa (33), salah satu penduduk negara Indonesia (WNI) nan diculik tentara Zionis Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, berambisi pemerintah segera membantu membebaskan anaknya.

Sutrawati mengungkapkan, putranya berangkat menuju Gaza dari Pelabuhan Marmaris, Turki, berbareng puluhan kapal relawan dalam misi kemanusiaan internasional.

Namun, sebelum mencapai tujuan, rombongan dikabarkan diintersep oleh pasukan Israel di perairan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekhawatiran Sutrawati mulai muncul saat komunikasi dengan putranya tiba-tiba terputus pada Senin (18/5) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Pesan WA nan biasanya segera dibalas hanya menunjukkan tanda centang satu.

"Jam tiga sore kemarin dia tetap jawab WA saya. Setelah itu saya bilang, 'Kakak, ibu sangat khawatir, hati-hati di sana, banyak doa, istighfar terus.' Biasanya dia selalu jawab, tapi setelah itu sudah tidak ada jawaban lagi," kata Sutrawati di Makassar, Selasa (19/5).

Sutrawati mengaku sejak subuh sudah mempunyai firasat buruk. Bahkan sebelum keberangkatan, putranya sempat memberi pesan kepada adiknya bahwa jika suatu saat tidak bisa dihubungi, kemungkinan ponselnya telah dibuang ke laut sebagai bagian dari prosedur keamanan.

"Dia bilang ke adiknya, jika kelak tidak bisa dihubungi, berfaedah (Hape) saya sudah buang ke laut. Tiba-tiba muncul video-video soal kapal nan diintersep. Saat itu saya langsung yakin, ya Allah, ini anakku sudah ditangkap oleh Zionis Israel," katanya.

Sutrawati mengaku sempat melarang putra sulungnya itu berangkat ke Gaza, lantaran cemas dengan keselamatannya. Namun, niat kuat Andi Angga untuk membantu penduduk Palestina akhirnya membuatnya luluh.

"Awalnya saya tidak kasih izin. Tapi dia bilang ini panggilan hati. Dia iba memandang orang-orang Palestina nan kelaparan. Saya tahu jika sudah panggilan hatinya, saya tidak bisa melawan. Akhirnya saya hanya bisa mendoakan," ungkapnya.

Andi Angga dikenal family sebagai sosok dengan jiwa sosial nan tinggi. Ia aktif sebagai relawan kemanusiaan sejak lama, mulai dari berasosiasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga menjadi relawan di lembaga Rumah Zakat. Bahkan, sebelum aktif penuh sebagai pekerja kemanusiaan, dia sempat mengajar karate untuk anak-anak binaan.

"Dia memang suka jadi relawan. Setelah sekolah, dia bilang mau rehat dulu dan mengabdi. Jiwa sosialnya sangat tinggi," katanya.

Menurut keluarga, hingga sekarang belum ada komunikasi langsung dari pemerintah mengenai kondisi Andi Angga. Namun, pihak Rumah Zakat telah menghubungi family dan menyampaikan komitmen untuk ikut bertanggung jawab atas keselamatan relawan mereka.

Sutrawati berambisi pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan putranya.

"Saya minta pemerintah segera membebaskan anak saya. Anak saya bukan teroris, dia aktivis kemanusiaan. Dia ke sana hanya membawa obat-obatan dan support untuk penduduk Palestina. Tolong selamatkan anak saya agar bisa pulang dengan sehat dan selamat," katanya.

(mir/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional