IHSG Ditutup Melonjak 4,42 Persen, Sentimen Damai AS-Iran Picu Optimisme Investor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
IHSG Ditutup Melonjak 4,42 Persen, Sentimen Damai AS-Iran Picu Optimisme Investor HSG ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,21 usai sentimen gencatan AS-Iran memicu risk-on.(Antara)

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu sore dengan lonjakan tajam, didorong gelombang optimisme investor setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada penutupan perdagangan, IHSG hari ini melesat 308,18 poin alias 4,42% ke level 7.279,21. Sementara itu, indeks LQ45 nan berisi saham-saham unggulan ikut menguat 31,96 poin alias 4,55% ke posisi 733,62.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai reli kuat di pasar saham domestik tidak bisa dilepaskan dari sentimen dunia jangka pendek nan berubah drastis setelah tensi AS-Iran mereda.

Menurut dia, keputusan Presiden AS Donald Trump nan menunda rencana serangan selama dua pekan, disusul langkah Iran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, langsung dibaca pasar sebagai sinyal penurunan akibat global.

Meredanya ancaman gangguan pasokan daya membikin kekhawatiran penanammodal ikut surut. Stabilitas nilai komoditas pun kembali terjaga, sehingga minat beli terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia, meningkat tajam.

“Penguatan IHSG nan melonjak signifikan tidak lepas dari munculnya sentimen positif dunia nan berkarakter jangka pendek, terutama berita meredanya tensi geopolitik antara AS dan Iran,” kata Hendra pada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, pasar sangat peka terhadap rumor geopolitik, terutama nan menyangkut jalur pengedaran minyak bumi seperti Selat Hormuz. Saat akibat bentrok menurun, penanammodal dunia condong kembali masuk ke aset berisiko alias menerapkan strategi risk-on.

Kondisi itu, kata dia, menjadi pendorong utama seluruh sektor di bursa bergerak di area hijau, dengan saham-saham berbasis komoditas dan daya tampil sebagai motor utama penguatan.

Meski demikian, Hendra mengingatkan reli tajam ini belum tentu menjadi penanda tren naik nan kokoh. Ia menilai pasar tetap rentan terhadap perubahan arah sentimen, terutama lantaran kebijakan dan komunikasi Trump kerap berubah dalam waktu singkat.

Pernyataan nan datang mendadak, menurutnya, bisa kembali memicu gejolak di pasar global. Karena itu, penguatan nan terjadi saat ini lebih layak dibaca sebagai technical rebound daripada awal reli jangka panjang nan solid.

Ia menyarankan penanammodal tetap selektif dan disiplin. Momentum rebound tetap bisa dimanfaatkan untuk perdagangan jangka pendek, tetapi kudu dibarengi manajemen akibat nan ketat agar tidak terjebak euforia sesaat.

“Euforia berlebihan justru berisiko membikin penanammodal masuk di nilai puncak, terutama di tengah kondisi pasar nan tetap sangat dipengaruhi oleh sentimen dunia nan fluktuatif,” ujar Hendra.

Sepanjang hari, IHSG bergerak nyaman di area hijau. Setelah dibuka menguat, indeks memperkuat di teritori positif hingga akhir sesi pertama dan melanjutkan penguatan sampai penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor berhujung menguat. Sektor peralatan baku memimpin dengan kenaikan 8,86 persen, diikuti sektor prasarana 5,85% dan sektor industri 5,63%.

Saham-saham nan mencatat kenaikan terbesar antara lain FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, dan SOTS. Sementara saham nan terkoreksi paling dalam ialah GSMF, ESIP, CBPE, PTSP, dan WIDI.

Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2.429.228 kali, dengan volume perdagangan 43 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp22,62 triliun. Sebanyak 623 saham naik, 101 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Penguatan pasar domestik sejalan dengan bursa regional Asia. Hingga sore ini, indeks Nikkei melonjak 2.897,94 poin alias 5,42% ke 56.327,50, Shanghai naik 104,83 poin alias 2,63% ke 3.995,00, Hang Seng bertambah 776,49 poin alias 3,09% ke 25.893,02, dan Strait Times menguat 47,22 poin alias 0,94% ke 5.004,73. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia