ilustrasi(Antara)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Rabu diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar nan tetap bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku kembang acuan Bank Indonesia. IHSG hari ini dibuka melemah 31,04 poin alias 0,41% ke level 7.528,34. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 7,66 poin alias 1,03% ke posisi 736,01.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai secara teknikal IHSG berpotensi melemah terbatas dengan kisaran support di level 7.500 dan resistance di 7.850.
"Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI nan diperkirakan tetap bakal mempertahankan BI-Rate di level 4,75%," ujar Nico.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati info pertumbuhan angsuran Maret 2026 nan diproyeksikan melambat menjadi 7,5%, dibandingkan 9,37% pada Februari 2026.
Di sisi lain, lembaga indeks dunia MSCI Inc. menegaskan reformasi pasar modal Indonesia tetap dalam tahap evaluasi. Reformasi tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, pengelompokkan investor, hingga rencana kenaikan minimum free float menjadi 15%. Selama proses tersebut, MSCI tetap membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026, dengan keputusan lanjutan dijadwalkan pada Market Accessibility Review Juni 2026.
Menurut Nico, langkah MSCI ini dapat menjadi sinyal positif dalam jangka menengah, terutama jika reformasi nan dilakukan oleh otoritas seperti OJK, BEI, dan KSEI bisa meningkatkan transparansi pasar dan menarik arus biaya asing secara berkelanjutan.
Dari eksternal, dinamika geopolitik turut memengaruhi sentimen pasar, termasuk perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump dikabarkan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, meski tetap memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Sementara itu, Pakistan meminta AS menahan diri dari tindakan militer lanjutan dan mendorong perpanjangan gencatan senjata guna membuka ruang negosiasi lebih lanjut.
Kondisi dunia tersebut menambah ketidakpastian pasar dan berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·