IHSG Jeblok ke 6.400, Purbaya: Nanti Kita Perbaiki, Pondasi Ekonomi Bagus

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk cukup dalam hari ini. Hingga siang ini, IHSG sudah menyentuh level 6.400.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons perihal ini dengan santai. Menurutnya, tak masalah IHSG ambruk karena semua bisa diperbaiki. Baginya, melemahnya IHSG hanya persoalan sentimen negatif jangka pendek belaka.

Sejauh ini, pondasi ekonomi Indonesia dijamin Purbaya sudah sangat baik. Maka dari itu, dia tetap optimistis IHSG bisa membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak apa-apa, kelak kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya bakal konsentrasi jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Ketika ditanya soal sentimen nan mempengaruhi pasar finansial Indonesia, Purbaya menyebut ada dugaan Indonesia bisa kembali ke krisis ekonomi 1998 lantaran memandang pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Baginya, apa nan terjadi saat itu jauh berbeda dengan saat ini. Dia menyebut kala itu ada salah kebijakan nan membikin ekonomi jadi anjlok.

"Oh ini kan banyak sentimen. Kalau rupiah melemah seolah kita bakal bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujar Purbaya.

Di sisi lain, ekonomi Indonesia juga kala itu melambat hingga resesi sejak 1997. Nah, tahun ini ekonomi tetap tumbuh dengan cukup sigap menurut Purbaya.

"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi tetap tumbuh kencang, jadi tetap ada ruang untuk memperbaiki semua," beber Purbaya.

Dia justru membujuk para penanammodal tak usah takut menanamkan modalnya di bursa efek. Menurutnya, di tengah pelemahan nilai ini menjadi waktu nan tepat untuk shopping saham dengan modal murah.

"Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, penanammodal pasar saham jika saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham," pungkas Purbaya.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance