IHSG Menguat ke 7.377 di Tengah Tekanan Rupiah dan Net Sell Asing

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
IHSG Menguat ke 7.377 di Tengah Tekanan Rupiah dan Net Sell Asing Ilustrasi--Pengunjung merekam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan tren positif pada perdagangan Jumat (10/4). Indeks komposit tercatat menguat sekitar 0,40% ke level 7.377,63, melanjutkan tren kenaikan dari hari sebelumnya nan ditutup pada posisi 7.307.

Meski diagram menunjukkan kenaikan, kondisi pasar modal Indonesia dinilai belum sepenuhnya stabil. Hal ini dipicu oleh tetap rendahnya kepercayaan penanammodal asing terhadap aset domestik. Berdasarkan info perdagangan terbaru, penanammodal asing tetap mencatatkan tindakan jual bersih (net sell) nan cukup signifikan mencapai Rp1,8 triliun pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap pasar finansial kian terasa seiring dengan melemahnya nilai tukar Mata Uang Rupiah nan sekarang bergerak mendekati level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analisis Pasar: Reli nan Masih Rapuh

Head of Research and Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan IHSG saat ini tetap berkarakter semu dan rentan terhadap koreksi. Menurutnya, pergerakan indeks sangat berjuntai pada dinamika dunia jangka pendek.

"Ini menandakan kepercayaan asing terhadap aset Indonesia belum sepenuhnya pulih. Reli IHSG saat ini tetap tergolong rentan dan sangat berjuntai pada sentimen global, seperti berita de-eskalasi bentrok AS–Iran serta koreksi nilai minyak dunia," ujar Rully dalam keterangan resminya, Jumat (10/4).

Selain aspek eksternal, Rully menyoroti sejumlah ganjalan domestik nan menghalang penilaian ulang (rerating) pasar saham Indonesia ke arah nan lebih optimistis. Beberapa aspek tersebut meliputi stabilitas nilai tukar, prospek pertumbuhan ekonomi dunia nan melambat, serta terbatasnya ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. (Z-1)

Ringkasan Indikator Pasar (10 April 2026)

Indikator Posisi/Nilai Keterangan
IHSG 7.377,63 Naik 0,40%
Aksi Investor Asing Rp1,8 Triliun Jual Bersih (Net Sell)
Mata Uang Rupiah ~Rp17.100/USD Tertekan/Melemah
Sentimen Utama Global & Domestik Konflik AS-Iran & Suku Bunga

Catatan Redaksi: Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar mengingat posisi rupiah nan tetap tertekan dan ketergantungan indeks pada rumor geopolitik global.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia