Ilmuwan Ingin Mempelajari Proses Seksual di Luar Angkasa

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Proses seksual di luar angkasa. foto/ SCIENCE ALERT

BERLIN - Manusia menghabiskan lebih banyak waktu di luar angkasa daripada sebelumnya, dan kita membawa organ reproduksi kita berbareng kita.

Namun, para intelektual cemas bahwa kesehatan seksual di luar angkasa merupakan 'titik buta kebijakan' nan perlu ditangani dengan lebih serius.

Menghabiskan waktu lama di luar angkasa bakal merusak tubuh:radiasi kosmik tidak dapat dihindari, mikrogravitasimembuat segalanyaterasa terlalu mudah, dan semua petunjuk biasa untukmengetahui waktu menjaditidak relevan sama sekali.

Ada banyak penelitian tentang pengaruh samping nan kondusif untuk pekerjaan ini, tetapi entah lantaran prioritas alias lantaran sikap terlalu konservatif, kesehatan reproduksi tetap menjadi titik buta.

Dalam sebuah tinjauan nan dipimpin oleh mahir embriologi Universitas Leeds, Giles Palmer, sembilan intelektual telah menyatakan keprihatinan mereka tentang sungguh sedikitnya pengetahuan kita, pada saat penerbangan luar angkasa komersial dan sering dilakukan semakin meningkat.

"Meskipun aktivitas penerbangan luar angkasa manusia telah berjalan selama lebih dari 65 tahun, hanya sedikit nan diketahui tentang akibat lingkungan luar angkasa terhadap sistem reproduksi manusia selama misi jangka panjang,"tulisPalmer dan timnya .

Beberapa penelitian laboratorium dan studi pada manusia nan telah dilakukan menunjukkan bahwa luar angkasa memang merupakan tempat nan tidak ramah bagi sistem reproduksi manusia di Bumi.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews