Imigrasi Terbitkan 1.274 Golden Visa: Paling Banyak AS, Disusul China

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menerbitkan 1.274 Golden Visa per 18 Mei 2026, dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp52,1 triliun.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas Hendarsam Marantoko menyebut jumlah itu sudah melampaui sasaran sebanyak 1.000 publikasi Golden Visa, sejak Juli 2024.

"Selain menunjukkan peningkatan kepercayaan dunia terhadap Indonesia, kebijakan ini telah memberikan akibat nyata terhadap perekonomian nasional," ucap Hendarsam saat memberikan sambutan dalam aktivitas Sosialisasi Golden Visa dalam rangka Peningkatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Kamis (21/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendarsam membeberkan publikasi Golden Visa terbanyak diberikan kepada penduduk negara asing (WNA) maupun diaspora dari Amerika Serikat, nan disusul dengan China, Taiwan, Australia, Rusia, Belanda, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.

Berkat publikasi visa tersebut, kata dia, realisasi investasi diterima dari beragam kategori pemegang Golden Visa, ialah penanammodal perusahaan, penanammodal individu, second home (rumah kedua), eks penduduk negara Indonesia (WNI), keturunan eks WNI, hingga korporasi.

Dari publikasi Golden Visa, dia mencatat terdapat pula Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar lebih dari Rp16,3 miliar.

"Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Golden Visa tidak hanya mendukung kemudahan investasi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan negara," katanya.

Golden Visa merupakan akomodasi izin tinggal bagi WNA nan memungkinkan mereka untuk masuk dan menetap di Indonesia dalam jangka waktu lima hingga 10 tahun.

Hendarsam menjelaskan kebijakan itu merupakan corak keberpihakan pemerintah dalam mendorong peningkatan investasi berkualitas, transfer pengetahuan, pembuatan lapangan kerja, serta penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, bahwa Golden Visa dirancang dengan prinsip kebijakan selektif (selective policy) nan bakal tetap mengedepankan aspek keamanan negara dan pemanfaatan ekonomi, serta keberlanjutan pembangunan nasional.

"Oleh lantaran itu, Ditjen Imigrasi terus memperkuat tata kelola pelayanan Golden Visa agar melangkah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemudahan investasi," kata Hendarsam.

Kendati demikian, dirinya menyadari keberhasilan penerapan Golden Visa tidak dapat dilakukan sendiri oleh Ditjen Imigrasi sehingga diperlukan sinergi dan kerjasama lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, maupun masyarakat internasional.

Untuk itu melalui aktivitas sosialisasi, Hendarsam berambisi seluruh pemangku kepentingan memperoleh pemahaman nan komprehensif mengenai kebijakan dan sistem Golden Visa tersebut, persyaratan dan akomodasi nan diberikan, kesempatan pemanfaatan bagi penanammodal dan talenta global, serta pengawasan dan pengendalian nan dilakukan oleh pemerintah.

Dalam aktivitas sosialisasi, Ditjen Imigrasi menyediakan konter unik sebagai sarana konsultasi teknis nan dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta.

Ke depan, Ditjen Imigrasi berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian nan modern, responsif, dan mendukung agenda strategis nasional, termasuk dalam menciptakan kemudahan berupaya dan peningkatan investasi.

"Semoga aktivitas sosialisasi ini dapat memberikan faedah nan optimal dan semakin memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia nan inklusif, berkelanjutan, dan berkekuatan saing global," katanya.

(antara/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional