Asap membubung di atas pinggiran selatan Beirut setelah serangan udara Israel pada 26 November 2024, di tengah perang nan sedang berjalan antara Israel dan Hezbollah.(AFP)
INDONESIA mengecam keras serangan Israel ke Libanon termasuk Beirut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran serius norma internasional.
Ratusan orang tewas dan sejumlah akomodasi publik dilaporkan rusak akibat serangan Israel ke Libanon.
Serangan Israel ke Libanon menurut Kemlu RI berisiko memperburuk ketegangan regional. Hal itu disampaikan melalui kanal media sosial X, Kamis (9/4).
Oleh lantaran itu, Indonesia mendesak agar agresi militer dan serangan Israel ke Libanon dihentikan.
Keselamatan penduduk sipil merupakan perihal utama. Indonesia berambisi seluruh pihak melakukan upaya deeskalasi, mengedepankan dialog, dan menghindari langkah nan bisa memperburuk situasi.
Serangan Israel di Libanon terjadi di Beirut, Rabu (8/4) di tengah eskalasi bentrok dengan Hizbullah.
Jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 254 orang, termasuk 92 di Beirut.
Serangan tersebut menghalang proses kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran nan diumumkan Selasa (7/4).
Iran mengusulkan syarat bahwa penghentian serangan di Libanon masuk dalam kesepakatan tersebut. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·