Indonesia Tunggu Investigasi Lengkap Insiden TNI di Libanon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Indonesia Tunggu Investigasi Lengkap Insiden TNI di Libanon Peserta mengikuti tindakan Berjuta Doa untuk Syuhada di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Minggu (5/4/2026).(MI/Usman Iskandar)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan Israel di wilayah selatan Libanon nan dinilai meningkatkan akibat keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Sikap tersebut disampaikan setelah Kemenlu RI menerima laporan awal hasil investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai kejadian nan menewaskan tiga prajurit TNI pada akhir Maret 2026. 

Pemerintah Indonesia pun mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan terhadap personel TNI nan tergabung dalam misi penjaga perdamaian UNIFIL.

Pelaksana Tugas Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kemenlu RI, Veronica Rompis, menyatakan bahwa pemerintah telah menerima hasil awal investigasi atas dua kejadian nan terjadi pada 29 dan 30 Maret. 

"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menegaskan bahwa Indonesia juga mendorong agar pihak-pihak nan bertanggung jawab segera diadili dan dimintai pertanggungjawaban. 

Veronica menambahkan bahwa laporan nan diterima saat ini tetap berkarakter sementara, sehingga pemerintah tetap menunggu hasil penyelidikan akhir.

Menurutnya, andaikan hasil investigasi final sejalan dengan temuan awal nan mengarah pada keterlibatan militer Israel, Indonesia siap mengambil langkah diplomatik nan tegas. 

 Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap norma internasional," sebutnya.

Pemerintah Indonesia juga bakal meminta PBB untuk mendesak otoritas mengenai agar melakukan penyelidikan, penuntutan, serta memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku.

Lebih lanjut, Veronica menilai kejadian tersebut tidak terlepas dari memburuknya situasi keamanan di Libanon. 

"Insiden-insiden ini tidak terlepas dari memburukya situasi di Libanon. Indonesia terus mengtuk keras serangan Israel di Libanon Selatan nan secara signifikan meningkatkan akibat nan dihadapi oleh personel pemelihara perdamaian PBB," tambahnya.

Berdasarkan temuan awal PBB, kejadian nan menewaskan tiga prajurit TNI dalam waktu berbeda diduga berasal dari proyektil tank milik Israel, serta kemungkinan juga dipicu oleh jebakan peledak nan dikaitkan dengan golongan Hezbollah. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia