Liputan6.com, Jakarta - Infografis mengenai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bakal menerapkan skema murur dan tanazul untuk jemaah saat puncak haji 2026. Seperti apakah?
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi KH Cholil Nafis mengatakan, salah satu penyusunan skema murur mempertimbangkan keselamatan dan kondisi bentuk jemaah haji.
Dia menjelaskan tiga skema murur nan bakal diterapkan dalam penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026 di Muzdalifah. Ketiga skema itu disusun untuk menjaga penyelenggaraan syariat, sekaligus mempertimbangkan keselamatan dan kondisi bentuk jemaah.
Cholil menjelaskan, mabit alias menginap di Muzdalifah tetap menjadi tanggungjawab dalam ibadah haji. Jemaah kudu berada di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
"Harus melewati nisful lail (tengah malam)," ujar Cholil pada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa 19 Mei 2026.
Salah satu skema murur adalah mabit adi alias mabit reguler. Dalam skema ini, jemaah berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah setelah Magrib, turun dari bus, lampau menjalankan mabit hingga tengah malam sebelum bergerak ke Mina untuk melempar jumrah Aqabah.
Ada pula murur rukhshah alias murur dengan pengecualian syariat. Skema ini diperuntukkan bagi jemaah uzur, seperti lansia, jemaah sakit, alias penyandang obesitas nan dinilai berat menjalankan mabit hingga tengah malam.
Kemudian setelah mabit di Muzdalifah, jemaah biasanya melanjutkan mabit di Mina. PPIH pun juga menerapkan skema tanazul, ialah pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah lempar jumarh.
Lantas, seperti apakah selengkapnya skema murur dan tanazul jemaah saat puncak haji 2026? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·