Menurut Imam, selain pengolahan plastik, penduduk juga mengembangkan pengolahan sampah dapur rumah tangga menjadi kompos dengan sasaran waktu produksi nan lebih singkat dibandingkan metode konvensional.
"Kalau pakai sistem nan konvensional sampai 28 hari baru bisa panen untuk komposnya. Jadi kita mau kelak sampai pengeringan bisa kelola sampai satu hari bisa kita manfaatkan," ucap dia.
Imam menambahkan, program tersebut juga bakal melibatkan sekolah-sekolah melalui sosialisasi pengelolaan sampah dan edukasi menjaga lingkungan. Dia pun berambisi perangkat pengolahan sampah nan dikembangkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jakarta.
"Syukur-syukur perangkat nan kita gunakan kelak bisa jadi sampling untuk nan lain termasuk sistem keamanan seperti ini," kata Imam.
Menurut dia, sejumlah peralatan untuk program tersebut sudah mulai disiapkan, termasuk pembelian dinamo dan gearbox untuk perangkat pengolahan sampah plastik.
"Insya Allah dalam waktu sigap ini kita bakal lakukan untuk pembuatan seperti itu," jelas Imam.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·