loading...
Jaringan internenet dari Selat Hormuz. FOTO/ DAILY
TEHERAN - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar berlomba-lomba membangun koridor info darat melalui Irak dan Suriah. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada kabel serat optik bawah laut Hormuz.
Selama beberapa dekade, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah membangun jaringan pipa minyak darat berskala besar.
Infrastruktur ini memungkinkan minyak mencapai pasarduniatanpa kudu melewati Selat Hormuz. Kini, golongan negara-negara ini menerapkan formula serupa untuk prasarana internet.
Persaingan semakin intensif ketika Iran membalas dengan serangan terhadap pusat info Amazon di Teluk, nan merupakan halangan internet utama di area tersebut. Ketergantungan nan berlebihan pada kabel bawah laut menimbulkan akibat nan signifikan, dan perbaikan bakal susah dilakukan jika terjadi perang. Oleh lantaran itu, pembangunan jalur darat menjadi tugas nan mendesak.
Persaingan untuk koridor info berbasis darat
Saat ini terdapat enam proyek besar nan bersaing untuk menghubungkan internet area Teluk ke Eropa melalui jalur darat.
Proyek nan perkembangannya paling pesat adalah SilkLink, nan dipimpin oleh STC Group dari Arab Saudi. Kabel sepanjang 4.500 km ini membentang melalui Yordania dan Suriah hingga titik pendaratannya di Mediterania. Fase pertama SilkLink diperkirakan bakal mulai beraksi dalam waktu sekitar 18-24 bulan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·