ilustrasi(Antara)
Di saat bumi sudah beranjak ke teknologi kepintaran buatan (AI) real-time trading, sebagian agen ritel di Indonesia tetap memperkuat dengan sistem trading saham lama. Di pasar maju seperti Amerika Serikat (AS), penggunaan info real-time, algoritma, dan kajian order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.
Kondisi ini membikin banyak keputusan nan diambil tidak lagi relevan dengan situasi market nan sedang berlangsung. Dalam pasar nan bergerak sigap dan volatil, keterlambatan info sekecil apapun dapat berakibat signifikan terhadap hasil trading, mulai dari entry nan terlambat hingga exit nan tidak optimal. Investor ritel pun dituntut adaptif. Melihat perubahan ini, Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan pendekatan baru melalui aplikasi saham berbasis AI real-time dan live indicators. Investor ritel
“Akses terhadap sistem trading nan sebelumnya identik dengan penanammodal lembaga sekarang mulai terbuka untuk penanammodal ritel,” tandas Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).
Ia menambahkan melalui beragam fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), penanammodal dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik. Data nan sebelumnya hanya tersedia dalam corak nomor sekarang dapat diolah menjadi insight nan lebih mudah dipahami. Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan market menjadi lebih jelas, memungkinkan penanammodal untuk membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa kudu berjuntai pada dugaan alias spekulasi.
Pendekatan ini diyakini bakal mengubah langkah penanammodal mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini, rumor, alias info nan tertunda, sekarang keputusan dapat diambil berasas kondisi market nan sedang terjadi. Dalam praktiknya, penggunaan info real-time dan kajian berbasis AI membantu penanammodal mengidentifikasi momentum lebih cepat, menghindari entry nan terlambat, serta merancang strategi nan lebih terukur dalam trading saham.
Dari sisi infrastruktur, jelas Sergio, sistemnya dirancang menggunakan arsitektur real-time dengan latency rendah dan keahlian pemrosesan info nan tinggi. Dengan support biaya kelolaan sekitar Rp312 triliun serta investasi teknologi dalam skala besar, platform ini mempunyai fondasi nan memungkinkan pengembangan sistem AI trading saham nan stabil dan scalable.
Selain performa, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Di tengah meningkatnya akibat kejahatan siber, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan sistem anti-phishing berlapis. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, mencegah akses ilegal, serta memberikan perlindungan terhadap potensi ancaman seperti malware dan remote access.
"Di tengah kondisi market nan semakin kompetitif, penggunaan teknologi seperti AI real-time trading menjadi aspek pembeda nan signifikan," katanya.
Investor nan mempunyai akses terhadap info real-time dan sistem kajian canggih bakal berada dalam posisi nan lebih unggul dibandingkan mereka nan tetap mengandalkan sistem dengan keterbatasan informasi. Hal ini bakal menunjukkan performa dalam trading saham tidak hanya ditentukan oleh keberanian, tetapi juga oleh kualitas info dan sistem nan digunakan.
"Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, penanammodal sekarang mempunyai kesempatan untuk mengambil keputusan nan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market nan sebenarnya,” pungkasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·