Ilustrasi(Dok Istimewa)
PENGUATAN prasarana bongkar muat terus dilakukan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang guna meningkatkan kapabilitas jasa dan mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penambahan satu unit Quay Container Crane (QCC) berjenis Post Panamax nan tiba di Pelabuhan Panjang menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 asal Tiongkok
Kedatangan crane baru ini merupakan bagian dari program investasi Pelindo Terminal Petikemas untuk mendukung peningkatan kapabilitas dan produktivitas bongkar muat di terminal.
Dengan tambahan perangkat tersebut, IPC TPK Area Panjang sekarang mempunyai total empat unit QCC nan siap memperkuat pelayanan kapal dan arus petikemas di terminal. Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan volume arus petikemas nan tumbuh signifikan sebesar 24% pada tahun lalu.
Manager IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono, menegaskan bahwa penambahan QCC merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan daya saing pelabuhan sekaligus memperkuat rantai logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya.
"Penambahan QCC Post Panamax ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas jasa dan produktivitas terminal. Kami mau memastikan IPC TPK Panjang bisa menjawab kebutuhan pengguna jasa seiring meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Sumatera Bagian Selatan," ujar Anang, Sabtu (16/5/2026).
Peningkatan kapabilitas tersebut sejalan dengan pertumbuhan arus petikemas IPC TPK Panjang nan terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, terminal mencatat arus petikemas sebesar 128.675 TEUs alias tumbuh sekitar 24% dibandingkan tahun 2024 nan mencapai 103.700 TEUS.
Crane raksasa tersebut tiba di Pelabuhan Panjang dengan diangkut oleh kapal MV Zheng Hua 37 asal China pada Kamis (14/5). Dengan tambahan armada ini, IPC TPK Area Panjang sekarang mempunyai total 4 unit QCC nan siap mengoptimalkan jasa bongkar muat di gerbang logistik utama wilayah Sumatera Bagian Selatan tersebut.
Secara teknis, QCC Post Panamax ini mempunyai kelebihan outreach sepanjang 45 meter dengan jangkauan 16 hingga 17 baris petikemas. Spesifikasi ini memungkinkan pelabuhan untuk melayani kapal-kapal dengan kapabilitas nan lebih besar secara lebih efisien.
Pasca sandarnya MV Zheng Hua 37, tim teknis bakal melakukan proses rolling-off alias penurunan crane menuju dermaga terminal. Sebelum dioperasikan secara penuh, perangkat ini bakal melalui serangkaian tahapan mulai dari instalasi sistem, uji beban (commissioning test), hingga integrasi dengan sistem operasional terminal (TOS).
Anang menambahkan bahwa investasi prasarana ini diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi regional. "Kedatangan unit QCC Post Panamax ini menandai babak baru modernisasi di Pelabuhan Panjang. Kami mau memastikan bahwa prasarana nan kami miliki tidak hanya bisa menopang tren peningkatan operasional saat ini, tetapi juga siap menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran arus logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya," tutup Anang.
PT IPC Terminal Petikemas alias IPC TPK merupakan operator terminal nan memberikan pelayanan petikemas dengan sistem jaringan nan terintegrasi antar pelabuhan dan dikelola secara professional. IPC TPK adalah salah satu anak upaya Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas.
PT IPC Terminal Petikemas beraksi di 6 (enam) area kerja ialah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat; Pelabuhan Panjang, Lampung; Pelabuhan Palembang, Palembang; Pelabuhan Teluk Bayur, Padang; dan Pelabuhan Jambi, Jambi. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·