Ilustrasi.(Freepik)
Iran-AS Sepakat Mulai Negosiasi di Islamabad, Jeda Konflik Berlaku Dua Pekan
IRAN melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengumumkan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat bakal dimulai pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan, dengan lama awal selama 15 hari. Kesepakatan ini sekaligus menandai jarak terbatas dalam permusuhan antara kedua negara.
Dalam pernyataan resmi nan dirilis awal hari Rabu (8/4), Iran menyatakan kesediaannya memasuki perundingan selama dua minggu setelah mengeklaim telah mencapai tujuan militernya di medan perang.
Namun demikian, otoritas Iran menegaskan bahwa langkah ini tidak berfaedah perang berakhir. Mereka menekankan bahwa penghentian bentrok secara permanen tetap berjuntai pada terpenuhinya sejumlah syarat nan diajukan Teheran serta penyelesaian perincian dari perihal nan disebut sebagai kemenangan.
Dalam arsip tersebut, Iran mengusulkan proposal 10 poin nan mencakup beragam tuntutan strategis. Di antaranya adalah agunan tidak ada serangan di masa depan, pencabutan seluruh sanksi, baik primer maupun sekunder, pemberian kompensasi atas kerugian, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta pengaturan mengenai Selat Hormuz.
Iran juga memastikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap kondusif selama periode negosiasi. Hal ini bakal dilakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dengan tetap mempertahankan kendali penuh Teheran atas lampau lintas di jalur strategis tersebut.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa perundingan dapat diperpanjang jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa proses perbincangan berjalan dalam kondisi ketidakpercayaan penuh terhadap pihak AS.
Pernyataan itu juga menggarisbawahi bahwa kesiapan militer Iran tidak berubah selama proses diplomasi berlangsung. "Tangan tetap berada di pelatuk," demikian bunyi peringatan nan disampaikan. Ia menegaskan respons sigap jika terjadi pelanggaran dilansir Anadolu, Rabu (8/4).
Selain itu, pemerintah Iran menyerukan persatuan nasional selama masa negosiasi. Proses diplomasi ini sebagai kelanjutan dari dinamika di medan perang, bukan sebagai langkah terpisah.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington bakal menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ia menyebut langkah tersebut sebagai gencatan senjata dua sisi nan dikaitkan dengan proses negosiasi serta pengaturan mengenai Selat Hormuz. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·