Iran Sebut Gencatan Senjata tak Masuk Akal usai AS Langgar Tiga Klausul, Ini Fakta dan 10 Poin Kesepakatannya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Iran Sebut Gencatan Senjata tak Masuk Akal usai AS Langgar Tiga Klausul, Ini Fakta dan 10 Poin Kesepakatannya Ilustrasi(AFP)

KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menilai gencatan senjata nan baru disepakati menjadi tidak relevan. Iran menuding Washington telah melanggar sejumlah klausul krusial apalagi sebelum negosiasi resmi dimulai.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi ini membikin upaya tenteram susah dilanjutkan.

“Dalam situasi seperti ini, melakukan gencatan senjata maupun negosiasi adalah perihal nan tidak masuk akal,” ujar Ghalibaf.


3 Klausul Gencatan Senjata nan Dilanggar AS

Menurut pernyataan resmi Mohammad Bagher Ghalibaf, terdapat tiga pelanggaran utama terhadap proposal tenteram Iran:

  1. Gencatan senjata di Libanon tidak dipatuhi
    Serangan militer Israel ke Libanon tetap terjadi, meski Iran menganggap wilayah tersebut termasuk dalam cakupan kesepakatan.
  2. Pelanggaran wilayah udara Iran
    Drone dilaporkan memasuki wilayah Iran, nan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan.
  3. Penolakan kewenangan pengayaan uranium Iran
    AS dinilai tidak mengakui kewenangan Iran dalam program nuklir sipilnya.

Ghalibaf menegaskan pelanggaran ini memperkuat “ketidakpercayaan historis” Iran terhadap Amerika Serikat nan dianggap berulang kali tidak menepati komitmen internasional.


Kronologi Singkat Konflik Terbaru

  • Gencatan senjata diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, pada awal April 2026.
  • Iran mengusulkan proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi damai.
  • Namun, sebelum pembicaraan dimulai, Iran menilai beberapa poin sudah dilanggar.
  • Serangan di Lebanon menjadi pemicu utama runtuhnya kepercayaan.

10 Klausul Proposal Gencatan Senjata Iran-AS

Berikut adalah isi utama klausul nan menjadi dasar negosiasi:

  1. Penghentian total operasi militer di semua front konflik
  2. Gencatan senjata juga mencakup wilayah Lebanon dan sekutu Iran
  3. Larangan pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Iran
  4. Pengakuan kewenangan Iran atas program nuklir tenteram (pengayaan uranium)
  5. Penghentian support militer terhadap pihak nan menyerang Iran
  6. Jaminan keamanan terhadap akomodasi nuklir Iran
  7. Penghentian hukuman tambahan selama masa negosiasi
  8. Pembukaan jalur diplomatik umum di negara netral (misalnya Pakistan)
  9. Komitmen untuk tidak melakukan provokasi militer selama proses damai
  10. Kesepakatan menuju perjanjian tenteram permanen jangka panjang

Dampak dan Potensi Eskalasi

Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi bentrok nan lebih luas di Timur Tengah. Iran apalagi menakut-nakuti bakal melakukan serangan jawaban jika agresi terus berlanjut.

Selain itu, jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi terdampak, nan bisa memicu gangguan pasokan daya global.

Pernyataan Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tanpa kepercayaan dan kepatuhan terhadap kesepakatan, gencatan senjata hanya menjadi formalitas. Pelanggaran awal oleh AS dinilai menjadi bukti bahwa negosiasi tenteram tetap jauh dari tercapai.

Dengan situasi nan terus memanas, bumi internasional sekarang menanti apakah diplomasi tetap bisa menyelamatkan area dari bentrok nan lebih besar. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia