Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri buntut dari unggahan narasinya soal potongan video pidato Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).
Perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, Gurun Arisastra menyebut pelaporan tersebut dilakukan mengenai polemik narasi nan disertakan nan diunggah Grace Natalie di media sosialnya pada 13 April 2026.
"Ada narasi-narasi nan dibangun nan di mana ada video nan tidak utuh nan disampaikan pada publik, ialah video penggalan dan dibangun narasi-narasi nan mengarah kepada perspektif alias konklusi nan tidak utuh di dalam masyarakat," ujar Gurun Arisastra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video nan menjadi dasar pelaporan tersebut, Grace Natalie menyoroti pidato JK nan menurutnya mengandung masalah serius.
"Sedang viral pernyataannya Pak Jusuf Kalla dalam ceramahnya di UGM baru-baru ini, sampai-sampai beliau ini dilaporkan ke polisi. Setelah ditonton, ya memang pernyataan beliau ini bermasalah sekali," ujar Grace melalui akun Instagram-nya @gracenat, Senin (13/4).
Ia menjelaskan bahwa inti keberatannya terletak pada pernyataan JK nan membahas megenai kenapa kepercayaan begitu mudah dijadikan argumen konflik.
"Menurut Pak Jusuf Kalla, baik Kristen maupun Islam sama-sama beranggapan bahwa meninggal dan mematikan orang adalah syahid," ujar Grace.
[Gambas:Instagram]
Narasi inilah nan kemudian dianggap Grace sebagai pernyataan fatal, terutama lantaran keluar dari lisan seorang tokoh bangsa nan sangat berpengaruh.
"Ini pernyataan nan sangat fatal apalagi diucapkan oleh seorang tokoh nasional senior sekelas Pak Jusuf Kalla," ujarnya.
Lebih lanjut, Grace memaparkan tiga argumen kenapa pidatonya tersebut dianggap fatal.
Pertama, dia menilai adanya distorsi aliran agama. Menurutnya, prinsip kekristenan adalah kasih dan pengampunan, sehingga tidak ada pembenaran untuk pembunuhan dengan argumen apa pun.
"Pertama, distorsi dari aliran agama. Esensi dari aliran kekristenan adalah kasih. Seberat apapun kesalahan orang, diajarkan untuk memaafkan. Tidak boleh melakukan pembunuhan alias penghilangan nyawa dengan argumen apapun," ujar Grace.
Kedua, Grace mengkhawatirkan narasi JK tersebut sangat rawan dipelintir untuk melegitimasi kekerasan di era digital.
"Meskipun mungkin maksud sebenarnya adalah untuk menjelaskan sosiologi konflik. Tetapi di era digital seperti saat ini, begitu mudah video itu dipotong, diedit, dan digunakan oleh pihak ekstrem untuk membenarkan radikalisme," ujar Grace.
Alasan ketiga adalah potensi memicu ketegangan antarumat berakidah serta polarisasi di ruang publik.
Di akhir pidatonya, Grace mendesak Jusuf Kalla untuk mencabut pernyataan tersebut serta meminta maaf dan melakukan penjelasan kepada publik.
"Sebagai seorang tokoh nasional nan sudah sangat senior, semestinya Pak Jusuf Kalla sadar bahwa pernyataan bapak itu mempunyai otoritas nan lebih tinggi dibandingkan dengan opini orang biasa," ujar Grace.
Sebanyak 40 ormas Islam nan tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama juga resmi melaporkan akademisi nan juga kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando, dan pembuat konten Permadi Arya namalain Abu Janda ke Bareskrim Polri.
Gurun Arisastra mengatakan pelaporan tersebut dilakukan mengenai narasi nan disertakan dalam unggahan masing-masing soal potongan video pidato JK di Masjid UGM saat sedang menjelaskan perihal bentrok di Poso dan Ambon.
laporan tersebut diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.
"LBH Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan LBH Syarikat Islam beserta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN dan organisasi lainnya telah melaporkan tiga figur Ade Armando, lampau Permadi Arya, dan juga Grace Natalie," ujar Gurun Arisastra.
(kna/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·