Istana: Pemerintah belum Putuskan Tarik Prajurit TNI dari UNIFIL

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Pemerintah belum Putuskan Tarik Prajurit TNI dari UNIFIL Mensesneg Prasetyo Hadi(Antara)

PEMERINTAH Indonesia menegaskan belum mengambil keputusan resmi untuk menarik prajurit TNI dari Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL). Meskipun situasi di lapangan semakin memanas pasca-insiden nan menelan korban jiwa, pemerintah tetap memprioritaskan proses koordinasi dan pertimbangan menyeluruh.

“Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan, itu belum ya. Tapi bahwa dengan adanya kejadian nan kemarin tentu kami pemerintah kudu melakukan koordinasi,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Menunggu Evaluasi Menyeluruh

Mensesneg menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan di lapangan. Evaluasi tersebut mencakup penilaian terhadap keselamatan personel serta komunikasi intensif dengan perwakilan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keputusan akhir mengenai keberlanjutan misi perdamaian ini bakal sangat berjuntai pada hasil asesmen situasi keamanan terkini. “Apa nan kita minta, nan disampaikan perwakilan kita di PBB, itu juga bagian dari evaluasi. Ya kita lihat dulu hasilnya,” tambah Prasetyo.

Pertimbangan Matang dan Mandat Internasional

Senada dengan Istana, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam UNIFIL adalah komitmen internasional nan solid bagi perdamaian dunia. Oleh lantaran itu, penarikan pasukan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Berbagai keputusan mengenai rumor ini, termasuk soal usulan penarikan, perlu melalui pertimbangan nan sangat-sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi RI terhadap stabilitas kawasan,” jelas Yvonne dalam taklimat media di Jakarta.

Yvonne mengingatkan bahwa UNIFIL beraksi di bawah mandat Dewan Keamanan PBB. Sebagai negara kontributor pasukan (Troop Contributing Country), Indonesia terus menjaga koordinasi erat dengan sekretariat PBB untuk memastikan keselamatan prajurit di lapangan.

Ketegangan di wilayah tersebut telah memberikan akibat nyata bagi kontingen Indonesia. Hingga saat ini, dilaporkan tiga personel TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat tiga serangan terpisah saat menjalankan tugas perdamaian berbareng UNIFIL di Libanon.

(Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia