Warga telah mengantre panjang, pada Selasa (26/5/2026), demi memperoleh support kebutuhan pokok nan dibagikan pemerintah kepada masyarakat setempat.

Melemahnya daya beli masyarakat membikin kebutuhan pokok menjadi beban tersendiri, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi tersebut semakin terasa menjelang Idul Adha ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

Dalam pembagian tersebut, setiap kepala family menerima support berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Total sebanyak 2.500 kepala family tercatat sebagai penerima support sembako di wilayah itu. Proses pengedaran dilakukan secara berjenjang selama dua hari guna menghindari kepadatan antrean dan menjaga pembagian tetap tertib.

Pada hari pertama, sekitar 1.500 kepala family menerima bantuan. Sementara sisanya dijadwalkan mendapat support pada Kamis mendatang dengan sistem pembagian nan sama.

Sejumlah penduduk terlihat membawa karung hingga troli sederhana untuk memudahkan membawa support pulang ke rumah masing-masing.

Sebelum menerima bantuan, penduduk terlebih dulu menjalani proses pendataan untuk memastikan pengedaran tepat sasaran sesuai daftar penerima nan telah ditetapkan pemerintah. Bantuan sembako tersebut diberikan sebagai upaya membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi nan tetap dirasakan berat.

Sejumlah penduduk mengaku support beras dan minyak goreng sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dalam beberapa waktu ke depan. Meski kudu mengantre cukup lama, penduduk tetap tertib mengikuti pengarahan petugas demi kelancaran pembagian bantuan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·