Jemaah haji sedang bermohon dalam rangka persiapan Armuzna.(Doc MI)
KURANG dari dua pekan lagi, jemaah haji memasuki fase utama ibadah haji, ialah wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armuzna). Karena wukuf merupakan rukun haji nan tidak bisa ditinggalkan dalam kondisi apa pun, maka jemaah kembali diingatkan untuk menjaga fisik.
Tenaga Kesehatan Haji Kloter JKS 03 dr Rully Rusdiana mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi tubuh. Di antara nan perlu diperhatikan jemaah adalah hindari aktivitas umrah sunnah acapkali alias aktivitas bentuk berlebihan.
Jangan Memaksakan Diri
Jemaah juga diminta tidak memaksakan ke Masjidil Haram setiap waktu, apalagi suhu di Mekah saat ini tinggi dan tidak ramah untuk lansia dan jemaah nan mempunyai komorbid.
"Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di luar hotel. Bagi nan tidak lansia, jika melakukan aktivitas di luar hotel, jangan lupa memakai APD (alat pelindunh diri) seperti topi, masker, alias payung," papar Rully di sela-sela penguatan spiritual melalui angan berbareng jemaah KBIHU Daarul Istiqamah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, di selasar Hotel Al Dera, Sektor 9 Mekah, Kamis (14/5).
Ia juga mengingatkan jemaah untuk membawa semprotan air, wajib memakai dasar kaki, serta menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih.
"Bisa dicampur oralit alias air zamzam 200-250 cc per jam. Bisa dengan meminum empat teguk tiap 10-15 menit. Silakan minum tanpa menunggu haus," paparnya.
Jika mempunyai riwayat penyakit penyerta, lanjut Rully, jemaah diimbau tidak lupa minum obat rutin secara teratur, konsultasi dengan tenaga kesehatan jika ada masalah kesehatan. Terakhir, cukup rehat antara 6 jam hingga 8 jam serta makan teratur.
Disiplin di Armuzna
Sementara itu, Pimpinan Rombongan KBIHU Daarul Istiqomah KH Fikri mengingatkan bahwa fase puncak haji kudu dipersiapkan dengan matang lantaran fase tersebut tidak bisa diulang.
"Kalau umrah sunah, misalnya ada melanggar larangan ihram, tetap bisa diulang dengan umrah berikutnya. Tapi, jika wukuf, tidak bisa," tandas Fikri.
Karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh jemaah dalam personil bimbingannya untuk bersikap disiplin selama di Armuzna. Jemaah kudu menaati satu komando dari ketua rombongan.
"Jangan jalan sendiri-sendiri," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·