Jemaah Haji Dapat Makanan Siap Santap di Armuzna, tidak Perlu Dipanaskan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jemaah Haji Dapat Makanan Siap Santap di Armuzna, tidak Perlu Dipanaskan (MI/Akmal)

KEMUDAHAN dan kepraktisan menjadi prioritas utama dalam pelayanan konsumsi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah dipastikan dapat langsung menyantap konsumsi nan disediakan tanpa perlu melalui proses pemanasan alias memasak ulang.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji (Kemenhaj), Jaenal Effendi, saat menunjukkan sampel makanan siap santap (ready to eat/RTE) di Mekah, Selasa (19/5).

Menurut Jaenal, penemuan makanan siap saji ini sengaja dihadirkan untuk menjawab tantangan logistik dan tingginya mobilitas jemaah selama fase Armuzna.

"Ini sudah bisa langsung dibuka, dimakan. Tidak perlu dipanaskan," ujar Jaenal.

Selain praktis, bungkusan makanan dirancang ergonomis agar sekaligus dapat berfaedah sebagai wadah makan, sehingga meminimalkan limbah dan mempermudah jemaah. Kendati demikian, pihak kementerian tetap mengantisipasi adanya jemaah nan belum mengetahui dengan format hidangan modern ini.

"Khawatirnya ada jemaah nan tidak terbiasa makan makanan RTE ini. Nanti ada petugas nan menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," jelasnya.

Cita Rasa Nusantara

Meski dikemas dalam format siap saji, Jaenal menjamin kualitas rasa hidangan tersebut tetap berkawan di lidah jemaah. Berbagai ragam menu unik Indonesia telah disiapkan, mulai dari nasi uduk dengan lauk daging, kari ayam, hingga rendang.

Di sisi lain, proyek logistik haji ini juga membawa misi penguatan ekonomi domestik. Pemerintah memastikan paket makanan RTE tersebut tetap memenuhi izin Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Setidaknya, minimal 50 persen dari komponen alias bahan baku di dalam paket makanan tersebut merupakan produk original nan didatangkan langsung dari Indonesia. (I-2) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia