Jakarta, CNN Indonesia --
Jemaah haji diimbau tak memaksakan diri salat di Masjidil Haram jika kondisi tubuh tidak fit. Jemaah cukup salat di hotel alias penginapan.
Dilansir dari keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah, Pelaksana Bimbingan Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah Abdul Aziz Siswanto mengatakan salat di masjid hotel di Makkah mempunyai keistimewaan pahala nan sama dengan salat di Masjidil Haram, ialah 100.000 kali lipat.
Aziz mengatakan perihal ini untuk meluruskan pemahaman nan berkembang di kalangan jemaah haji. Sebagian jemaah menilai salat di masjid hotel mempunyai pahala berbeda sehingga memaksa jemaah untuk selalu beragama di Masjidil Haram, meski kondisi tidak memungkinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kemauan untuk beragama langsung di Masjidil Haram merupakan perihal nan wajar. Namun, dia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram mempunyai keistimewaan nan sama dalam perihal pahala ibadah.
"Seluruh wilayah Tanah Haram ini mempunyai keistimewaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat," kata Aziz di area Syisyah, Makkah, Selasa (5/5).
Aziz mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri untuk selalu beragama di Masjidil Haram jika kondisi bentuk tidak memungkinkan. Setiap umat Islam wajib menjunjung tinggi prinsip hifdzun nafs, alias menjaga jiwa, sebelum melakukan beragam aktivitas.

"Penginnya kesana, salat, tidak salah, jika memang fisiknya memungkinkan. Tapi kudu ingat, di sini ladang untuk melakukan baik. Tapi nan paling baik adalah orang nan bisa memberikan kesempatan baik pada orang untuk melakukan baik," ujarnya.
Ia juga berambisi jemaah nan dalam kondisi sehat sebaiknya tidak memprovokasi alias mendorong jemaah lain untuk mengikuti aktivitas ibadah nan sama, terutama jika berpotensi membahayakan.
Berbagai akibat kerap terjadi di area Masjidil Haram, seperti jemaah tersesat akibat banyaknya pintu dan berdesakan.
"Begitu masuk ke area Masjidil Haram, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sendalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi, jemaah lenyap di Masjidil Haram," ucapnya.
Aziz mengimbau jemaah dengan kondisi tertentu, seperti lansia, disabilitas dan jemaah dengan riwayat penyakit, agar bisa mengoptimalkan ibadah di masjid nan tersedia di hotel masing-masing.
(tim/sur)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·