Jemaah Haji Jawa Timur Ketahuan Bawa Magic Jar Hingga Rokok

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, mengaku menyita sejumlah peralatan bawaan milik jemaah haji asal Jawa Timur nan dilarang dalam penerbangan.

Barang-barang nan disita tersebut mulai dari penanak nasi elektronik (magic jar) hingga beberapa slop rokok.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan seluruh peralatan sitaan tersebut tidak bakal dikembalikan kepada jemaah. Langkah tegas ini sengaja diambil sebagai komitmen untuk memberikan pengaruh jera agar jemaah haji lebih alim terhadap patokan peralatan bawaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini nan berbobot enggak ada. nan ada hanya gunting. Ya kemarin ada satu magic jar itu. Ya jika magic jar mini kan ya berapa sih harganya? Sudah, itu enggak boleh dibawa itu saja. Jadi nan berbobot insyaallah tidak ada. Rokok pun berapa itu? Empat slop alias berapa gitu. Oleh lantaran itu ya memang sudah kita komitmen enggak bakal kita kembalikan" kata Anam, Selasa (19/5).

Menurut Anam, kebijakan untuk tidak mengembalikan peralatan sitaan dalam dua tahun terakhir terbukti efektif.

Jumlah pelanggaran mengenai peralatan bawaan jemaah haji pada tahun ini tercatat mengalami penurunan nan sangat signifikan dibanding musim-musim haji sebelumnya.

"Karena memang sudah dilarang itu. Sehingga menjadi pelajaran sehingga tahun ini sangat menurun lantaran dua tahun kita enggak mengembalikan mengenai dengan sitaan itu," ucapnya.

Terkait rincian jenis dan jumlah peralatan nan disita dari jemaah pada kloter saat ini, pihak PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa kebanyakan pelanggaran didominasi komoditas rokok nan melampaui pemisah ketentuan.

Selain itu ada juga beberapa peralatan elektronik.

"Yang sekarang, hanya empat itu empat slop rokok itu saja. nan paling banyak itu. Lainnya itu magic jar satu. Itu aja. Power bank itu," katanya.

Menanggapi adanya info mengenai berita penyitaan 100 slop rokok milik calon jemaah haji Indonesia setibanya di Arab Saudi, Anam mengaku belum bisa memberikan konfirmasi.

Pihaknya tetap menunggu adanya pemberitahuan alias arsip resmi dari otoritas Arab Saudi, apakah betul jemaah tersebut berasal dari Jatim alias bukan.

"Saya mengonfirmasi apakah betul [jemaah dari Jatim] apa tidak kita belum tahu. nan kita harapkan ada notice dari sana sehingga timbal kembali atas buletin itu dan kesungguhan kita untuk menindak lanjuti ini berasas sebuah notice bukan atas sebuah berita," ucapnya.

"Artinya bukan kita enggak percaya dengan buletin tetapi aspek manajemen kan kudu kita jalankan. Oleh lantaran itulah maka angan jika memang itu dari Jawa Timur ya notice nan dari sana seperti kayak apa kita tindak lanjutin. Selama tidak ada notice ya, mungkin itu bagian dari peringatan buat kita agar lebih hati-hati seperti itu," sambung Anam.

Banner Microsite Haji 2026

Sementara itu, penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-29, Selasa (19/5), total sudah sebanyak 40.207 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Jumlah itu mencapai 91 persen dari total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya sebanyak 44.080 jemaah musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan itu terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) nan terbagi dalam 116 golongan terbang (kloter).

"Alhamdulillah, operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus melangkah lancar dan kondusif. Sinergi antarpetugas terus diperkuat agar jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak masuk pondok hingga keberangkatan menuju Tanah Suci," katanya.

(frd/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional