Jakarta, CNN Indonesia --
Operasi pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah resmi berhujung pada, Jumat (15/5). Madinah sekarang dipastikan sudah kosong dari jemaah haji reguler asal Indonesia.
Penutupan fase ini ditandai dengan keberangkatan tiga golongan terbang (kloter) terakhir, ialah UPG 21, KJT 20, dan BTH 14. Sebanyak 1.278 jemaah dari ketiga kloter tersebut bertolak menuju Makkah setelah sebelumnya mengambil miqat di Masjid Dzulaulaifah alias Bir Ali.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengonfirmasi bahwa seluruh proses pendorongan jemaah di hari terakhir ini melangkah lancar tanpa hambatan berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, semua melangkah tertib. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Madinah secara berjenjang mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama," ujar Khalilurrahman saat memantau langsung prosesi di Bir Ali, Jumat (15/5).
Meski volume jemaah nan dilayani di hari terakhir mengalami penurunan, komitmen petugas di lapangan diklaim tidak kendor. Kepala Sektor Khusus (Seksus) Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan personelnya tetap turun dengan kekuatan penuh, terutama untuk mengawal jemaah lansia.
Tim Seksus Bir Ali menyiagakan armada golf car untuk membantu mobilisasi jemaah lansia nan mempunyai keterbatasan bentuk saat prosesi niat ihram.
"Kami upayakan bagi jemaah lansia tetap bisa memandang langsung suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa kudu kelelahan melangkah jauh," kata Divia.
Nasib Jemaah nan Sakit
Terkait jemaah nan saat ini tetap menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Khalilurrahman meminta pihak family di tanah air untuk tidak panik.
Ia memastikan seluruh jemaah nan sakit tetap berada di bawah pengawasan ketat tim medis. Jika tim master kelak sudah memberikan rekomendasi laik jalan, jemaah bakal langsung dievakuasi menuju Makkah dengan pendampingan khusus.
Petugas terus mewanti-wanti jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Pasalnya, suhu di Madinah sempat menyentuh nomor 42 derajat Celcius, dan cuaca di Makkah diprediksi bakal jauh lebih menyengat saat memasuki puncak haji mendatang.
Jemaah haji Indonesia diimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi berikut:
- Jangan menunggu haus, perbanyak minum air putih.
- Selalu gunakan payung, masker, dan semprotan air saat berada di luar ruangan.
- Perbanyak rehat dan kurangi aktivitas di luar ibadah wajib demi memulihkan energi.
Dengan diberangkatkannya tiga kloter pamungkas ini, operasional Daker Madinah sekarang resmi mengalihkan fokusnya untuk bersiap menyambut kehadiran jemaah gelombang kedua nan dijadwalkan tiba pasca-puncak haji nanti.
(luk/har)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·