Jmail Tembus 450 Juta Kunjungan: Menggali Skandal Epstein Lewat Antarmuka Gmail

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Setiap klik di Jmail diklaim mengungkap arsip hukum, log penerbangan, dan rekaman audio nan sekarang dapat diakses publik. Foto: Gemini

AMERIKA - Jmail jadi kejadian digital baru setelah sukses mengemas jutaan arsip kasus Jeffrey Epstein nan rumit menjadi antarmuka ramah pengguna menyerupai Gmail, hingga memicu lonjakan trafik luar biasa di tengah rasa penasaran publik global.

Apa Itu Jmail?

Di tengah membanjirnya arsip mengenai mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, perangkat berbasis web berjulukan Jmail sukses mencuri perhatian dunia.

Hingga Februari 2026, platform ini telah mencatat lebih dari 450 juta tayangan laman (page views).

Fenomena ini muncul setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis tumpukan arsip terbaru pada 30 Januari 2026, nan berisi nama-nama tokoh terkemuka, perincian penerbangan, hingga koleksi foto.

Jmail mengisi kekosongan antara transparansi info pemerintah dan kemudahan akses bagi orang awam.

Selama ini, arsip pengadilan sering kali terkubur dalam puluhan ribu berkas PDF nan terfragmentasi, hasil pindaian berbobot rendah, dan file teks di Google Drive nan susah dinavigasi. Jmail datang memecahkan kebuntuan tersebut dengan logika "familiaritas antarmuka".

Kloning Gmail untuk Membedah Skandal

Jmail adalah karya seniman internet Riley Walz dan developer perangkat lunak Luke Igel. Alat ini pertama kali diperkenalkan pada November 2025 sebagai corak "kloning" Gmail, namun dengan identitas pengguna nan seolah-olah masuk sebagai Epstein sendiri.

Luke Igel menjelaskan bahwa tantangan terbesar dari arsip original adalah tingkat keterbacaan nan buruk.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews