JPMorgan Perkirakan Harga BBM AS Terancam Tembus Rp87 Ribu Segalon

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
JPMorgan Perkirakan Harga BBM AS Terancam Tembus Rp87 Ribu Segalon SPBU di AS.(Al Jazeera)

HARGA bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) diprediksi bakal segera menembus nomor psikologis US$5 aatu sekitar Rp87 ribu per galon. Analis dari raksasa perbankan JPMorgan memperingatkan bahwa eskalasi bentrok dengan Iran terus menekan pasar daya dunia dan mengganggu pasokan bahan bakar olahan.

Tim analis JPMorgan nan dipimpin oleh Natasha Kaneva menyatakan bahwa gangguan nan mengenai dengan bentrok di Timur Tengah tidak lagi terbatas pada pasar minyak mentah, tetapi telah merembet ke pasokan bahan bakar jadi, terutama bensin dan bahan bakar jet (avtur).

Prioritas Avtur Picu Kelangkaan Bensin

Menurut laporan New York Post, kilang-kilang minyak saat ini lebih memprioritaskan produksi bahan bakar jet lantaran lonjakan permintaan dunia dan gangguan pasokan nan mengenai dengan krisis Selat Hormuz serta kerusakan akomodasi daya di Timur Tengah.

Namun, pergeseran produksi ini berakibat jelek bagi pengemudi di Amerika. "Hal ini menjelaskan harga bensin AS saat ini berada di level US$4,56 per galon dan kenapa akibat nilai mencapai US$5 tidak bisa lagi diabaikan," tulis analis JPMorgan dalam laporan nan dikutip Financial Times.

Secara teknis, peningkatan produksi avtur sering kali mengurangi output diesel secara proporsional dan memperketat pasokan bensin. Akibatnya, produksi bensin di AS dilaporkan turun tajam dibandingkan tahun lalu, tepat saat penduduk Amerika memasuki musim berkendara musim panas nan sibuk.

Data Harga Terkini

Berdasarkan info nasional AAA nan dirilis Senin (11/5), rata-rata nilai bensin reguler di AS telah mencapai US$4,52 per galon. Sementara itu, bensin premium sudah melampaui rata-rata US$5,37 dan nilai diesel jauh lebih tinggi di nomor US$5,64 per galon.

Kondisi Pasar Energi Saat Ini:

  • Minyak Mentah Brent: Bertahan di kisaran US$100 per barel sejak eskalasi pertempuran awal tahun ini.
  • Wilayah Terdampak: Beberapa negara bagian di AS Barat sudah mencatatkan nilai rata-rata di atas US$5 per galon.
  • Sektor Penerbangan: Maskapai memperingatkan kenaikan tarif tiket dan biaya bagasi; Spirit Airlines dilaporkan kolaps akibat beban biaya bahan bakar.

Implikasi Ekonomi dan Politik

Kenaikan nilai BBM ke level US$5 membawa implikasi serius bagi ekonomi AS. Terakhir kali penduduk Amerika merasakan tingkat nilai setinggi ini adalah saat krisis inflasi musim panas 2022.

Sentimen konsumen juga dilaporkan memburuk. Indeks Sentimen Konsumen dari University of Michigan baru-baru ini jatuh ke rekor terendah, dengan responden menyebut nilai bensin dan inflasi sebagai kekhawatiran finansial utama mereka.

Para analis memperingatkan bahwa relaksasi nilai tidak bakal terjadi dalam waktu dekat selain gangguan pasokan di Timur Tengah mereda secara signifikan dan pasar bahan bakar kembali stabil. (Newsmax/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia