Jumhur Hidayat Singgung Pengolahan Sampah di Bogor dan Depok

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyinggung pengolahan sampah di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Bogor serta Depok. Menurutnya, pengolahan sampah ialah dengan menghilangkan sampah dan menjadikan lingkungan bersih.

“Tidak ada sampah nan terserak, tidak ada metan alias gas metan nan diemisikan dikeluarkan itu inti utamanya, bersih. Kalau bisa menjadi energi, bisa menjadi apapun dia, nan punya nilai ekonomi itu bonus,” kata Jumhur.

Hal itu disampaikan Jumhur Hidayat dalam peringatan hari keanekaragaman hayati Internasional di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jumat (22/5/2026).

Jumhur menjelaskan, menjaga biodiversity alias keanekaragaman hayati merupakan perihal nan krusial dan kudu dilakukan semua pihak. Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar nan mempunyai biodiversity dibandingkan negara lain.

“Harus diingat juga gini ya, ada nan mengatakan kita negara nomor dua biodiversity, rupanya tidak. Kita itu mega biodiversity dan nomor satu,” ujar Jumhur.

Jumhur menjelaskan, biodiversity tidak terlepas dari keanekaragaman hayati Indonesia mulai dari laut, daratan dan hutan. Kementerian Lingkungan Hidup membujuk seluruh pihak untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

“Jadi memang kita sangat legitimate, sangat valid, sah jika kita berteriak keras untuk me-preserve biodiversity di bumi dan tentunya dimulai juga dari Indonesia,” jelas Jumhur.

Kementerian LH bakal berupaya memberikan peringatan kepada golongan nan mau merusak biodiversity Indonesia. Selain itu, Kementerian LH bakal memberikan support terhadap golongan nan memperjuangkan biodiversity.

“Kadang, kita ketika membangun, membangun, membangun, kita suka abai alias lupa gimana pentingnya memelihara lingkungan dan biodiversity,” terang Jumhur.

Kementerian LH berencana bakal melakukan aktivitas nasional melakukan penanaman pohon. Nantinya aktivitas tersebut bakal menanam pohon di lahan kritis dilakukan semua pihak.

“Mudah-mudahan itu juga bisa membawa kebaikan bagi masyarakat lokal dan kita semua,” ucap Jumhur.

Kementerian LH telah memberlakukan 34 wilayah aglomerasi tentang waste to electricity. “34 aglomerasi itu meng-cover sekitar 115 kabupaten maupun kota. Tapi the rest, sisanya itu sebenarnya itu problem sendiri,” pungkas Jumhur.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita