Ilustrasi keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat.(MI/Depi Gunawan)
JUMLAH calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat nan diberangkatkan pada musim Haji 2026 mengalami penurunan drastis.
Tahun ini, hanya 89 orang jemaah nan bakal diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya nan mencapai sekitar 1.228 orang.
Penurunan jumlah jemaah ini terjadi setelah adanya kebijakan baru mengenai pendistribusian kuota dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Kebijakan tersebut mengubah sistem penentuan kuota dari sebelumnya berasas proporsi jumlah masyarakat muslim menjadi berasas daftar tunggu nasional nan disamaratakan di seluruh provinsi.
"Ada niat dari Kemenhaj untuk memeratakan jumlah antrean demi asas keadilan. Jika sebelumnya kuota didasarkan pada proporsi jumlah masyarakat muslim, tahun ini ditentukan berasas waiting list nasional," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung Barat, Enjah Sugiarto, Rabu (8/4).
Enjah menjelaskan, pada musim haji tahun ini terdapat 107 calon jemaah nan telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji. Namun dari jumlah tersebut, hanya 89 orang nan siap diberangkatkan.
"Kalau nan sudah melunasi di Bandung Barat totalnya 107 orang, tetapi nan bakal berangkat dari Bandung Barat hanya 89 orang. Ditambah satu orang dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) dan dua orang PHD (Petugas Haji Daerah)," ungkapnya.
Sementara itu, sebagian calon jemaah lainnya memilih untuk melakukan mutasi keberangkatan ke wilayah lain. Tercatat sebanyak 12 orang memutuskan mutasi, sedangkan enam orang lainnya menunda keberangkatan.
"Ada enam orang nan sudah melunasi tetapi menunda keberangkatan. Alasannya pertama lantaran kesehatan, kedua lantaran argumen mahram. Misalnya saat mendaftar dulu belum menikah, sekarang sudah menikah, sementara pasangan belum memenuhi masa tunggu lima tahun sehingga belum bisa mendampingi," ujar Enjah.
Calon jemaah haji asal Bandung Barat dijadwalkan bakal diberangkatkan dari Masjid Ash-Siddiq pada 13 Mei menuju Asrama Haji Indramayu. Mereka tergabung dalam Kloter KJT-29 nan bakal diterbangkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Enjah juga memastikan hingga saat ini tidak ada pembatalan keberangkatan ibadah haji meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.
Menurutnya, kepastian tersebut diperoleh setelah Wakil Menteri Haji dan Umrah, Danhil Anzar Simanjuntak, melakukan pertemuan dengan pihak Pemerintah Arab Saudi.
"Pekan kemarin Wamenhaj sudah berjumpa pihak Arab Saudi dan mereka menyatakan bahwa haji 2026 tetap dibuka," pungkasnya. (DG/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·