Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyampaikan permintaan maaf soal viral keputusan majelis juri nan mengambil keputusan berbeda terhadap terhadap jawaban nan sama dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat nan viral di media sosial.
Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman memastikan pihaknya bakal melakukan pertimbangan terhadap keahlian majelis juri dan sistem lomba.
"Kami minta maaf atas kelalaian majelis juri. Kami bakal tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memastikan bakal segera melakukan pertimbangan penuh atas penyelenggaraan lomba tersebut. Apalagi, katanya, dia mengaku juga mendengar kasus serupa tahun sebelumnya di provinsi lain.
"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi agar lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini," kata Abcandra.
Sementara, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat mengenai lomba tersebut.
MPR memahami aktivitas pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk lomba pandai jeli kudu menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta sem
Siti menjelaskan MPR bakal melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap aspek teknis penyelenggaraan lomba, termasuk sistem penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan.
"Masukan publik bakal menjadi bahan pertimbangan krusial demi menjaga kualitas aktivitas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan nan inklusif, edukatif, dan berintegritas," katanya.
Insiden viral dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat itu bermulai saat majelis juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan.
"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi personil BPK, keterkaitan dengan perwakilan wilayah tetap dijaga. DPR dalam memilih personil BPK
diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa aktivitas dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5).
Grup C dari SMAN 1 Pontianak nan menekan bel terlebih dulu menjawab bahwa, personil Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
Namun, salah satu majelis juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita memberi nilai -5 terhadap jawaban Grup C itu.
Namun, saat regu B memberikan jawaban nan sama, juri memberikan 10 poin terhadap mereka.
"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita
Salah satu peserta di regu C pun langsung memprotes. Mereka menunjukkan ekspresi bingung lantaran jawabannya disalahkan meski sama.
"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata Grup C.
Namun, juri Dyastasita berdasar jawaban Grup C tidak menyertakan Dewan Perwakilan Daerah.
"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.
Grup C pun kembali memprotes dengan mengatakan jawaban awal telah menyertakan Dewan Perwakilan Daerah. Namun, Dyastasita tetap kukuh.
"Jadi Dewan Juri tadi beranggapan enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.
Grup C tetap memprotes dan meminta agar majelis juri meminta pendapat penonton apakah jawaban mereka menyertakan DPD. Namun Dyastasita mengatakan keputusan tetap berada di tangan majelis juri.
Dewan juri lainnya ialah Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni justru meminta agar peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.
"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu krusial ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi nan jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak lantaran tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berkuasa memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," kata Indri Wahyuni.
(thr/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·