Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel di Kapal Flotilla

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Jurnalis Republika Bambang Noroyono namalain Abeng dilaporkan ditangkap tentara Israel. Abeng ditangkap berbareng sekitar 100 aktivis.

Informasi penangkapan Jurnalis Republika telah diunggah di situs Republika.co.id berjudul: BREAKING NEWS: Israel Tangkap 100 Aktivis Global Sumud, Termasuk Jurnalis Republika.

CNNIndonesia.com telah diizinkan mengutip buletin tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi nan dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap norma internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil penduduk bumi nan membawa support bagi rakyat Palestina di Gaza," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5).

Menurut Andi, para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, support logistik, dan bunyi nurani bumi untuk penduduk sipil Palestina nan selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.

Andi menjelaskan, dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua wartawan Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai nan menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.

"Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Andi.

Andi mengatakan, Republika berdiri berbareng para relawan kemanusiaan dunia. "Dan kami menolak segala corak kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," kata Andi.

Republika memperoleh video dari Abeng usai penangkapan. pengiriman video SOS oleh peserta GSF adalah tanda bahwa nan berkepentingan telah diintersepsi kapalnya oleh tentara IDF dan ditangkap.

Dalam Video itu, Abeng menyatakan "Jika Anda menemukan video ini minta disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel saya minta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara kolonialisme Zionis Israel," kata Abeng.

Hingga buletin ini diturunkan belum ada keterangan dari pemerintah Indonesia. CNNIndonesia.com tetap berupaya menghubungi Kementerian Luar Negeri, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan juga Polri.

Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. Dalam pernyataan nan diunggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong," demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.

Media Israel melaporkan para aktivis nan ditangkap bakal dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai dilakukan. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.

Menurut laporan, armada support itu dicegat di lepas pantai Siprus.

Seorang aktivis nan berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap berkeinginan melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal nan berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis lampau dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.

Blokade Israel terhadap Jalur Gaza telah diberlakukan sejak musim panas 2007 dan hingga sekarang tetap menjadi sorotan internasional di tengah bentrok berkepanjangan di wilayah tersebut.

(ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional