Kabar Duka, Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menemukan jemaah haji Indonesia atas nama Muhammad Firdaus Ahlan dalam kondisi wafat setelah proses pencarian nan melibatkan tim campuran petugas nan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi.

Jemaah berumur 73 tahun itu tergabung dalam golongan terbang (kloter) JKG 27. PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.

"Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada family nan ditinggalkan," ujar Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Hasan Afandi, saat bertemu pers di Makkah, Jumat, 22 April 2026.

Petugas haji juga menyampaikan apresiasi kepada beragam pihak nan terlibat selama proses pencarian berlangsung, mulai dari family almarhum, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, hingga petugas haji di lapangan dan masyarakat Indonesia nan turut mendoakan.

Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi memastikan bakal menyiapkan badal haji bagi almarhum. Badal haji tersebut bakal dilaksanakan oleh petugas haji Indonesia.

Ingatkan Saling Tingkatkan Kepedulian

PPIH Arab Saudi mengingatkan seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian selama berada di Tanah Suci. Petugas meminta jemaah segera membantu jika menemukan jemaah lain nan melangkah sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, alias terpisah dari rombongan.

"Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan alias memerlukan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, alias laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter," kata Hasan.

PPIH juga meminta jemaah tidak membiarkan lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu melangkah sendiri tanpa pendampingan.

"Kepedulian antarsesama jemaah krusial untuk mengurangi akibat tersesat alias terpisah dari rombongan," jelas Hasan.

Petugas menegaskan jasa haji Indonesia datang untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Terekam CCTV, Ini Detik-Detik Jemaah Haji Indonesia Hilang Sebelum Salat Jumat

Sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melaporkan satu jemaah haji asal Indonesia atas nama Muhammad Firdaus Ahlan lenyap dan tetap dalam proses pencarian intensif di Kota Makkah, Arab Saudi.

Jemaah nan berkepentingan diketahui tergabung dalam kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol.

Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada pihak family dan memastikan operasi pencarian langsung digulirkan sejak laporan pertama diterima.

Petugas campuran sekarang tengah menyisir sejumlah titik krusial di Makkah, mulai dari area perhotelan, area Masjidil Haram, hingga akomodasi kesehatan.

"Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh, dan terus bersambung hingga saat ini," kata Ichsan saat menggelar bertemu pers di Makkah, Rabu 20 Mei 2026.

Berdasarkan kronologi kejadian, jemaah tersebut terakhir kali terlihat pada Jumat pagi, 15 Mei 2026.

Laporan Kehilangan

Laporan kehilangan secara resmi kemudian masuk melalui Kanal Kawal Haji keesokan harinya, Sabtu, 16 Mei 2026. Data awal menyebutkan, jemaah meninggalkan pemondokan tanpa membawa kartu identitas apa pun.

Ichsan mengungkapkan, berasas rekaman CCTV hotel, jemaah tersebut terlihat melangkah keluar sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi. Saat pergi, dia mengenakan baju koko putih dan sarung hitam, serta hanya memakai gelang haji nan melingkar di tangannya.

Situasi di lobi hotel pada saat kejadian dilaporkan relatif sunyi lantaran sebagian besar jemaah laki-laki lainnya sudah berada di dalam bilik alias bersiap menuju masjid untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Sejak momen di CCTV tersebut, keberadaan Firdaus belum diketahui.

Merespons perihal ini, PPIH bergerak sigap dengan membentuk beberapa tim pencarian nan disebar ke beragam titik strategis, termasuk menyisir jalur-jalur jalan utama.

Demi mempercepat penemuan, tim tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) Madinah apalagi ikut diterjunkan guna memperluas radius pencarian.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita