Kakek 80 Tahun Disekap 7 Bulan oleh Pacar Anak, Uang Rp2 Miliar Ludes

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang kakek berumur 80 tahun di Surabaya, Kusnadi Chandra jadi korban penyekapan selama tujuh bulan. Ironisnya, otak di kembali penyekapan tersebut adalah Lisa Andriana (31), nan merupakan kekasih dari anak kandung korban sendiri.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, Lisa merupakan penduduk asal Jakarta Utara nan sudah menjalin hubungan asmara dengan anak korban, Agus Pranoto, sejak setahun terakhir.

Penyekapan ini sendiri bermulai pada Oktober 2025. Lisa memancing Kusnadi untuk bertemu. Namun, di letak pertemuan, Kusnadi justru diculik oleh dua laki-laki suruhan Lisa dan dibawa ke sebuah apartemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menutupi jejaknya, Lisa berakting di hadapan Agus. Ia berkilah bahwa sang ayah sedang dibawa liburan berkeliling Indonesia untuk menikmati masa tua.

"Jadi tersangka ini pada saat bercintaan dengan anaknya korban memang meyakinkan betul perilakunya baik dan juga membangun hubungan nan baik dengan orang tuanya, sehingga percaya bahwa memang tidak ada masalah apa-apa," kata Luthfie, Jumat (8/5).

Selama penyekapan, Kusnadi dipindahkan dari satu hotel ke apartemen lain tanpa perangkat komunikasi. Ia hanya dijaga oleh seorang asisten Lisa berjulukan Naily nan bekerja mengantar makanan.

Kepiawaian Lisa dalam berakting membuat Kusnadi tidak menyadari bahwa calon menantunya itulah dalang penyekapannya. Saat polisi melakukan penyergapan di sebuah apartemen di area Mulyorejo, Kusnadi justru meminta polisi menyelamatkan Lisa.

"Sehingga persepsi korban ini bahwa dia dan tersangka adalah sama-sama korban. Ketika interogator masuk ke kamarnya, satu perihal nan disampaikan oleh korban ini 'adalah tolong selamatkan juga si LA'. Jadi artinya sampai dengan detik terakhir pun dalam persepsinya itu tetap sama seperti itu," ucapnya.

Luthfie menyebut, tersangka Lisa tak hanya menyekap Kusnadi, tetapi juga menguras kekayaan barang senilai miliaran rupiah demi memenuhi style hidup mewahnya.

"Dan setelah diketemukan disekap ini diketahui saat ini bahwa rupanya duit nan ada di tabungan kakek ini alias korban ini sebanyak kurang lebih Rp2 miliar sudah dihabiskan oleh pelaku inisial L," katanya.

Hasil penyidikan, motif utama Lisa adalah ekonomi. Tersangka nan enggan hidup susah di rumah kontrakan, memilih tinggal di hotel dengan tarif Rp2 juta per hari berbareng Agus. Biaya hidup mewah tersebut seluruhnya diambil dari kartu ATM korban nan dia kuasai.

Tak hanya saldo tabungan Rp2 miliar nan ludes, Lisa juga diduga membawa kabur emas batangan seberat 1 kilogram milik korban.

"ATM itu terus dipegang oleh tersangka dan terus dikuras duit sampai kurang lebih Rp2 miliar dihitung sampai dengan saat ini. Dan setelah kembali ke rumah rupanya diketahui juga bahwa emas dan perhiasan nan kurang lebih nilainya juga di kisaran 1 kilo emas itu rupanya juga sudah tidak ada di kamarnya," jelasnya.

Saat ini, Lisa dan asistennya telah dijebloskan ke tahanan. Polisi tetap melakukan pengejaran terhadap dua laki-laki suruhan nan membantu proses eksekusi penculikan.

Atas perbuatannya, Lisa dijerat dengan pasal berlapis dalam UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, di antaranya Pasal 450, Pasal 446 ayat (1), Pasal 476, Pasal 492, dan Pasal 486.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional