Kapal Global Sumud Flotilla Ditahan Israel, RI Komunikasi dengan Yordania dan Turki

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kapal Global Sumud Flotilla Ditahan Israel, RI Komunikasi dengan Yordania dan Turki Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu wartawan nan diculik Israel saat mengikuti tindakan solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam tindakan terseb( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU)

MENTERI Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono memastikan keselamatan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) nan ikut dalam armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang dilaporkan dicegat dan ditahan oleh otoritas militer Israel.

Proses pencarian info di lapangan, kata dia, tetap menghadapi hambatan besar berupa keterbatasan akses komunikasi.

"Jadi kita sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan (Yordania) dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita nan di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini info nan kita terima itu tetap susah lantaran komunikasi nan terbatas," ujar Sugiono saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026),

Sugiono menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para relawan, aktivis, serta wartawan Indonesia nan tergabung dalam misi perdamaian tersebut. Menurutnya, keberanian para delegasi tersebut merupakan gambaran nyata dari solidaritas bangsa Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.

"Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan nan tergabung dalam Global Summit Flotilla lantaran ini juga mencerminkan satu kemauan untuk menciptakan situasi nan lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya. Dan ini merupakan semangat nan saya kira perlu diapresiasi. Kita berambisi kondisi mereka baik-baik saja," ungkap Sugiono.

Mengingat Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Israel, Sugiono menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri mengandalkan jaringan diplomasi pihak ketiga. Ia mengatakan Kemenlu secara intensif berkoordinasi dengan negara-negara sekutu nan penduduk negaranya juga ikut menjadi korban pencegatan dalam misi tersebut, serta memaksimalkan peran perwakilan diplomasi di Yordania dan Turki.

"Kami juga terus melakukan upaya koordinasi lantaran kita tidak punya hubungan langsung. Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita nan pertama mengalami nasib serupa juga dari penduduk negaranya, kemudian dari teman-teman nan ada di Jordan dan Turki," jelasnya.

Lebih lanjut, Sugiono meminta masyarakat Indonesia mendoakan agar seluruh delegasi tanah air nan tertahan di perairan internasional dapat segera dibebaskan dan pulang dengan selamat. "Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat," pungkas Sugiono. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia