Anggota Kepolisian memantau proses masak untuk menu makan bergizi cuma-cuma (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jabar 1, Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025). SPPG nan telah memenuhi kebutuhan sedikitnya 3000 paket MBG untuk 17 lemb( ANTARA FOTO/Novrian Arbi/bar)
KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri telah membangun 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan tersebut disampaikan Kapolri pada Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II/2026 dan peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah mempunyai 1.376 SPPG,” ujar Sigit dalam keterangan resminya.
Progress Pembangunan SPPG
Kapolri merinci bahwa dari total 1.376 unit nan direncanakan, progres di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan:
- 736 unit: Telah beraksi penuh.
- 172 unit: Dalam tahap persiapan operasional.
- 468 unit: Masih dalam proses pembangunan.
Jika seluruh satuan ini telah beraksi secara total, Polri memproyeksikan akibat sosial-ekonomi nan besar bagi masyarakat luas.
Proyeksi Dampak SPPG Polri:
| Penerima Manfaat | 3,44 Juta Orang |
| Penyerapan Tenaga Kerja | 68.800 Orang |
Jaminan Keamanan Pangan
Tak hanya sekadar mendistribusikan makanan, Kapolri mengatakan seluruh operasional SPPG wajib memenuhi standar kesehatan nan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas gizi nan diterima masyarakat.
Setiap SPPG, kata dia, diwajibkan mempunyai Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, hingga Sertifikat Uji Laboratorium Air.
"Kami menerapkan prinsip food safety secara konsisten," tegas Kapolri. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·