Kasus Campak Dikhawatirkan Melonjak, Pemprov Jawa Tengah Gencarkan Vaksinasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kasus Campak Dikhawatirkan Melonjak, Pemprov Jawa Tengah Gencarkan Vaksinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati gencarkan vaksinasi balang mencegah terjadinya lonjakan kasus nan semakin meningkat.(MI/Akhmad Safuan )

KASUS campak di Jawa Tengah melonjak hingga sekarang mencapai 2.188 kasus. Khawatir terjadinya lonjakan lebih besar, Pemprov Jawa Tengah pun memggencarkan vaksinasi campak.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/4) pemerintah wilayah dan Provinsi Jawa Tengah terus genjot vaksinasi balang sebagai upaya pencegahan, lantaran kasus campak tersebut terus meningkat di 35 daerah. 

Pemerintah wilayah sekarang bergerak untuk mewaspadai temuan adanya peningkatan melalui skrining nan dilakukan sejak awal April lalu. 

"Kami mewaspadai dengan terjadinya booming balang akhir-akhir ini terutama di wilayah pinggiran," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam.

Hingga saat ini, lanjut Abdul Hakam, di Kudus tercatat sebanyak 464 kasus campak, ialah 257 laki-laki dan 207 perempuan.

 "Ada nan dirawat di ICU rumah sakit tapi belum ada kasus kematian," tambahnya. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pati Salis Diah Rahmawati mengatakan sejak ditetapkan sebagai wilayah masuk kejadian luar biasa (KLB) campak, Pemerintah Kabupaten Pati terus gencarkan aktivitas vaksinasi hingga ke pelosok desa, terutama pada bayi dan anak-anak nan belum divaksin balang ini. 

"Kita gencarkan vaksinasi hingga ke desa-desa, lantaran banyak penduduk terutama anak-anak nan belum divaksin akibat pandemi covid-19 lalu," ujar Salis Diah Rahmawati.

Sementara itu, berasas info dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Kamis (9/4) kasus balang di Jawa Tengah melonjak hingga sekarang mencapai 2.188 tersebar di 35 kabupaten/kota diantaranya ialah Kabupaten Kudus 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus dan Klaten 54 kasus.

"Positif balang nan sudah dilengkapi pemeriksaan laboratorium 144 kasus dan positif rubella 18 kasus, sedangkan sebaran positif balang tertinggi di Kabupaten Cilacap 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus serta Klaten 6 kasus balang dan 1rubella," demikian Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar. 

Upaya mengantisipasi melonjaknya kasus balang ini, ungkapnya, ialah dengan menggalakkan imunisasi balang dilakukan serentak berbareng Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar tidak semakin mewabah. 

"Jika menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam maka diminta segera diperiksakan ke master alias puskesmas terdekat," ujarnya. 

Selain itu untuk mengakselerasi imunisasi campak, menurut Yunita Dyah Suminar, Pemprov Jawa Tengah bakal mengintegrasikan dengan program master ahli keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) nan telah menjangkau hingga ke desa-desa. (AS/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia