Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi Untan, Kemendiktisaintek Minta Utamakan Korban

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kasus Deepfake Vulgar Mahasiswi Untan, Kemendiktisaintek Minta Utamakan Korban Mendiktisaintek Brian Yuliarto.(ANTARA)

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto minta penanganan kasus deepfake vulgar mahasiswi Universitas Tanjungpura (Untan) tetap mengutamakan pemulihan dan perlindungan korban.

"Sejak Senin kemarin, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Universitas Tanjungpura untuk memastikan penanganannya melangkah cepat, objektif, dan mengutamakan perlindungan bagi korban," kata Brian, Sabtu (16/5).

Dugaan penyalahgunaan AI untuk membikin konten deepfake vulgar di lingkungan kampus merupakan persoalan nan sangat serius lantaran menyangkut martabat, privasi, dan rasa kondusif mahasiswa.

Seharusnya, kampus menjadi ruang nan kondusif untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan nan merendahkan alias mempermalukan orang lain, termasuk melalui penyalahgunaan teknologi digital dan AI.

"Karena itu, saya mengapresiasi langkah sigap Untan nan langsung mengaktifkan Satgas PPKPT dan melakukan penanganan internal sembari proses pemeriksaan melangkah secara mendalam dan hati-hati," ujar Brian.

AI adalah perangkat nan sangat powerful untuk pendidikan, riset, dan kemajuan bangsa. Tetapi tanpa nilai moral dan empati, teknologi juga bisa disalahgunakan dan melukai orang lain.

"Ke depan, saya mendorong seluruh perguruan tinggi untuk semakin memperkuat literasi etika digital, keamanan digital, serta pencegahan kekerasan berbasis kelamin dan kekerasan berbasis digital di lingkungan kampus," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Untan berinisal RY diduga menggunakan AI/deepfake untuk menedit foto teman-temannya sesama mahasiswa menjadi foto vulgar. 

Kasus itu terungkap saat sedang melakukan praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba. Teman RY meminjam ponselnya untuk mendokumentasikan hasil praktikum. 

Namun ketika kawan RY membuka galeri untuk mengecek hasil pengarsipan sungguh terkejutnya dia menemukan banyak foto vulgar nan merupakan teman-teman perempuannya nan diduga merupakan foto edit dengan AI. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia