Kata Ketua KPK soal Dirjen Bea Cukai Disebut Terima Uang Blueray

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto buka bunyi mengenai status Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama di kasus pemberian suap dan akomodasi dari bos Blueray Cargo, John Field.

Setyo menegaskan seluruh temuan baik dalam proses penyelidikan, investigasi maupun kebenaran persidangan bakal dikaji oleh petugas untuk mengembangkan perkara suap itu.

"Itu kelak pasti diolah oleh kedeputian penindakan dan di situlah kelak dilaporkan strategi apa nan bakal dilakukan oleh para penyidik," ujarnya kepada wartawan di Anyer, Banten, Kamis (21/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, dia mengaku belum bisa berkomentar lebih jauh ihwal kasus tersebut, termasuk kemungkinan pemanggilan Djaka untuk diperiksa sebagai saksi.

"Makanya itu (pemanggilan) kelak bakal dikaji, diolah ya, kemudian dibahas gitu. Kami ketua tidak bakal mau mendahului (penyidik)," jelasnya.

"Jangan sampai kelak mencampuraduk antara info nan berkembang, kemudian dengan apa nan didapatkan pada tahap pemeriksaan di persidangan maupun pemeriksaan di penyidikan," imbuhnya.

Ia menegaskan saat ini interogator KPK telah mengambil langkah-langkah nan dianggap perlu untuk mengungkap secara terang benderang bangunan suap di Bea Cukai.

"Karena ada strategi kelak nan bakal dilakukan oleh para penyidik. Apalagi ini prosesnya kan untuk penerima sudah masuk dalam proses pemeriksaan di persidangan," jelasnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama disebut menerima duit suap sebesar 213.600 dolar Singapura dalam satu bulan di kasus pemberian suap dan akomodasi dari Bos Blueray Cargo John Field.

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pemeriksaan Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di PN Tipikor, pada Rabu (20/5).

Orlando awalnya menyebut pada bulan Agustus 2025, John dan sosok wanita Sri Pangastuti alias Tuti mendatangi dirinya di instansi sembari membawa sejumlah sampulsurat nan bertuliskan kode 1 hingga 3.

Kendati demikian, Orlando menyatakan dirinya tidak tahu menahu ihwal sosok nan ditujukan penerima sampulsurat nomor kode 1 tersebut.

Ia hanya mengaku mengetahui maksud kode nomor 2 untuk Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal dan kode nomor 3 untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono.

"Nomor satu saya tidak tahu Pak, nomor dua saya tahu, nomor tiga saya tahu," jelas Orlando.

Setelahnya, JPU menampilkan info sampling sampulsurat nan diterima masing-masing pejabat Bea Cukai. Dalam tabel nan ditampilkan, terdapat kode 1 DIR, 2 BR, 3 SIS, 4 HEN, 4 BY hingga 4 OC.

"Majelis, ini kami tampilkan foto tadi mengaitkan dengan kode-kode nan Pak Ocoy pahami tentang siapa-siapa nan dapat jatah sampulsurat itu," ujar JPU.

Jaksa membenarkan andaikan kode '2' dan '3' nan disebut Orlando masing-masing merupakan milik Rizal dan Sisprian.

Sementara untuk sampulsurat kode '1' merupakan milik Djaka Budi Utama selaku Dirjen Bea dan Cukai. Jaksa juga menyebut dalam penyerahan di bulan Agustus itu, total duit nan diterima Djaka mencapai 200 ribu dolar Singapura.

"Izin Majelis, kami tegaskan nan sales 2-1 adalah Dirjen Bea Cukai nilainya 213.600 Dolar Singapura," ujar Jaksa.

"Itu kami nan tegaskan ya, kami, lantaran kami nan punya bukti ini," imbuhnya.

Sementara itu, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Bea Cukai Budi Prasetiyo mengaku menghormati proses norma kasus nan diduga menyeret Dirjen Bea Cukai.

"Kami menghormati proses norma dan proses pembuktian nan sedang melangkah di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas prasangka tak bersalah," katanya.

Menurut Budi, lantaran perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, pihaknya tidak berkomentar mengenai substansi perkara.

(tfq/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional