Kawal Gugatan UU TNI di MK, BEM UI Tolak Kebangkitan Negara Militer

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil menggelar tindakan solidaritas di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengawal uji materi Undang-undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.

Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan mengatakan MK kudu berani mengambil sikap tanpa gentar terhadap bayang-bayang intervensi kekuasaan dalam menangani gugatan UU TNI.

"Kita mengawal dan juga mau memberi pesan kepada MK sendiri bahwa MK jangan takut terhadap tekanan apapun. Apalagi di sini kita dihadapkan negara menuju otoritarian," kata Yatalatof di area MK, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BEM UI menggelar tindakan ini juga sebagai corak solidaritas untuk Wakill Koordinator KontraS Andrie Yunus, korban teror penyiraman air keras nan sekarang tengah memperjuangkan keadilan melalui jalur judicial review mengenai Pasal 47 UU TNI.

Menurut Yatalatof, jika gugatan tersebut dikabulkan bakal menjadi kunci krusial untuk memutus rantai impunitas, sehingga abdi negara nan bermasalah tidak lagi berlindung di kembali tertutupnya sistem peradilan militer.

"Karena jika MK ini mengabulkan judicial review nan diajukan oleh Andrie Yunus salah satunya, maka setiap kriminalisasi nan dilakukan oleh TNI kepada sipil bakal diadili di peradilan umum, bukan di peradilan militer nan sangat tertutup dan tidak transparan," ujarnya.

Yatalatof menegaskan komitmen mahasiswa untuk melipatgandakan kekuatan massa untuk mencegah Indonesia kembali menjadi negara militer nan otoritarian.

"Maka kita bakal melakukan aktivitas nan lebih besar untuk menahan agar negara ini tidak menjadi negara militer, negara otoritarian, nan di mana tidak melindungi rakyatnya sendiri," ujarnya.

Kekhawatiran menguatnya represi negara juga disuarakan oleh perwakilan Serikat Tahanan Politik Indonesia, Khariq Anhar, nan turut datang bersolidaritas.

Khariqmengatakan ruang-ruang kebebasan sipil saat ini semakin menyempit, terbukti dari maraknya intimidasi bentuk hingga teror digital para aktivis.

"Ketidakamanan ini juga kami rasakan ketika apalagi dalam perbincangan WA grup pribadi kawan-kawan kita saja itu bisa terkena doxing. Informasi-informasi itu dibocorkan begitu saja sehingga kami merasakan tidak ada keamanan sama sekali," ujarnya.

"Bahkan untuk melakukan postingan misalnya rayuan obrolan saja, itu bahkan, minta maaf, saya selalu ditelepon oleh intelijen," sambung Khariq.

(fra/kna/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional