Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nan berkawan disapa KDM menilai tingginya populasi ikan sapu-sapu di beragam wilayah bukan sekadar kejadian alam biasa. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai parameter biologis nan menandakan kualitas air sungai telah mengalami pencemaran.
Menurut Dedi, kekuasaan jenis pemakan alga itu menjadi sinyal terganggunya keseimbangan ekosistem perairan. Ikan sapu-sapu dinilai bisa memperkuat di lingkungan dengan kualitas air buruk, sementara ikan endemik lainnya justru tidak bisa beradaptasi.
"Jadi jika sungai mengalami penurunan kualitas, maka nan hidup hanya sapu-sapu. Di mana pun ada air nan tercemar, di situ pasti ikan sapu-sapu bakal merajai," kata Dedi di Bandung, mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan keahlian penyesuaian ikan sapu-sapu di perairan tercemar menciptakan monopoli kediaman nan berakibat jelek bagi kelangsungan hidup jenis lokal. Dalam kondisi tersebut, ikan endemik kehilangan ruang hidup dan kalah bersaing.
Karena itu, Dedi mendorong langkah konkret dengan membujuk masyarakat untuk menangkap ikan sapu-sapu di beragam daerah. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan untuk menekan kekuasaan jenis tersebut.
"Ikan sapu-sapu untuk seluruh wilayah ya ambil saja, tangkap saja. Sapu-sapu itu kan tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," ujarnya.
Namun demikian, dia mengingatkan bahwa penangkapan ikan sapu-sapu saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan secara permanen. Perbaikan kualitas air sungai tetap menjadi kunci utama dalam memulihkan ekosistem.
Dedi menjelaskan, ada dua langkah nan kudu dilakukan secara bersamaan. Pertama, mengurangi populasi ikan sapu-sapu melalui penangkapan. Kedua, memperbaiki kualitas air agar ikan endemik dapat kembali hidup dan berkembang.
"Kalau mau menghilangkan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, sapu-sapunya kudu diangkat. Kedua, kualitas airnya kudu diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," ucapnya.
Di tengah tantangan degradasi lingkungan, Dedi mengapresiasi langkah masyarakat Jawa Barat nan mulai bergerak secara swadaya. Di sejumlah wilayah, penduduk telah melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sebagai upaya menekan populasinya.
"Kalau selama ini ikan sapu-sapu sudah diambil sama penduduk Jabar," tuturnya.
Ia berambisi langkah penanganan nan terintegrasi antara pengendalian jenis dan pemulihan kualitas air dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan sungai-sungai di Jawa Barat dari ancaman kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati lokal.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·