Surabaya, CNN Indonesia --
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengidentifikasi titik awal kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/5) pagi.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya M Rokhim menyebut titik api bermulai di ruang farmasi pada lantai lima Gedung PPJT.
"Titik api ditemukan di lantai 5, ruang farmasi," kata M Rokhim dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rokhim mengatakan, ruangan nan terbakar seluas 4 x 3 meter. Sementara dugaan penyebabnya adalah arus pendek alias korsleting listrik pada kabel lemari es di ruang farmasi.
"Luas nan terbakar kurang lebih 4 m x 3 m di lantai 5. Penyebab diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi," ucapnya.
Meski titik api berada di ruang farmasi, namun akibat asap api kebakaran itu dilaporkan sampai menyebar ke seluruh lantai dan ruang di Gedung PPJT, tempat perawatan pasien.
"DPKP melakukan pemindahan korban/pasien ICU di lantai 6. Petugas memecahkan sejumlah kaca dan juga menggunakan blower untuk mengeluarkan asap," ujarnya.
Rokhim mengatakan, dalam kejadian itu setidaknya 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Termasuk unit Bronto Skylift untuk menjangkau ketinggian lantai.
"13 unit tempur + 5 unit rescue. Unit Bronto tangga juga digunakan untuk mencapai lantai 6, penanganan dari luar," ucapnya.
Dalam kejadian itu, sebanyak 37 pasien kudu dievakuasi dari gedung PPJT menuju ruang resusitasi. Namun satu pasien nan berada di lantai 6 dinyatakan meninggal dunia, meski sukses dievakuasi.
"Satu pasien dari lantai 6 dinyatakan meninggal bumi oleh Tim Medis IGD RSUD dr Soetomo, atas nama Sutaji (46), asal Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah," ucapnya.
Kepala Instalasi PPJT RSUD dr Soetomo dr Rerdin Julario membenarkan perihal itu. Ia mengatakan titik api berada di ruang farmasi lantai lima.
Sesaat sebelum api membesar dan asapnya menyebar, pasien dengan bantu jantung nan dirawat di ruang dekat dengan ruang farmasi sudah sukses dievakuasi.
"Yang lantai lima itu nan ada titik apinya itu di ruang farmasi. Pada saat itu di ruang dekat farmasi itu sudah ada tindakan tapi sudah selesai, tindakan emergency, pemindahan satu pasien nan terpasang perangkat bantu pacu jantung," kata Rerdin.
Namun, Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan tidak mau memperkirakan soal penyebab kebakaran.
"Kami belum berani spekulasi. Belum tentu [ruang farmasi], kemungkinan letak di situ lantaran pertama kali ditemukan asap di situ," kata Cita.
Tak hanya itu, Cita juga menegaskan kematian pasien dalam kejadian itu juga murni disebabkan faktor penyakit nan diderita, bukan lantaran akibat kebakaran maupun paparan asap.
Cita mengatakan, pasien nan berkepentingan memang dalam kondisi medis nan kritis sebelum kebakaran terjadi. Saat kejadian berlangsung, pasien tersebut sedang mendapatkan support melalui perangkat medis lantaran mengalami kegagalan kegunaan pada beberapa organ tubuh utama.
"Meninggal lantaran penyakit. Karena memang itu tadi sesuai dengan penjelasan kawan-kawan bahwa kondisi sudah ter-support oleh tiga organ ialah paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan lantaran asap lantaran semuanya ter-support oleh mesin ya," kata Cita.
(frd/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·