Kebijakan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian harus DIpahami Masyarakat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kebijakan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian kudu DIpahami Masyarakat ilustrasi(Antara)

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan pentingnya konsolidasi dalam kebijakan di tengah ketidakpastian global. Dengan itu pemerintah bisa menyampaikan kebijakan dan kondisi perekonomian negara kepada masyarakat secara lebih menyeluruh.

"Di tengah situasi aspek ketidakpastian nan makin menguat, banyak pertanyaan dari masyarakat. Salah satu nan menjadi kunci sekarang ini adalah harga BBM naik apa tidak? Kalau tidak naik, availability (ketersediaan) di masyarakat seperti apa? Jangan sampai nilai tidak naik, kemudian barangnya enggak ada," ujarnya dalam aktivitas obrolan Outlook Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4).

Semuanya, kata Misbakhun, kudu dikonsolidasikan untuk menyampaikan kepada masyarakat secara kuat pesan-pesan bahwa pemerintah datang di tengah-tengah mereka. Bahwa fiskal Indonesia mempunyai daya tahan untuk mengabsorb semua risiko-risiko itu, dan kemudian dibangun kebijakan-kebijakan nan memitigasi.

Kemarin pihaknya sudah menggelar rapat dengan menteri finansial untuk memastikan bahwa BBM subsidi tidak naik. Malamnya di Danantara juga rapat dengan Pertamina, PLN, sama PSO-PSO (public service obligation), ada Pelni, KAI, Damri, Pupuk, Bulog.

"Memastikan bahwa semua nan menjadi tugas negara nan menggunakan sistem shopping di APBN itu dijalankan dengan baik. Pemerintah ketika mengambil keputusan untuk tidak melakukan penyesuaian harga, itu transmisi kebijakan makronya berjalan, dan transmisi operasionalnya di dalam operator PSO itu juga berjalan," ujarnya.

"Jangan sampai kemudian pemerintah memutuskan tidak meningkatkan BBM, kemudian orang memandang bus tidak beroperasi, kereta api tidak beroperasi. Inilah kudu dikonsolidasikan semua," imbuhnya.

Misbakhun menyebut perlu antisipasi celah-celah nan memanfaatkan situasi ekonomi ini menjadi aktivitas politik.

"Apalagi kan seperti kita ketahui tiba-tiba muncul gerakan-gerakan politik nan mengatakan bakal menjatuhkan presiden, bakal membikin kerusuhan dan sebagainya. Kami jika di politik, kita kudu mengantisipasi sejak awal. Apa trigger pintu masuk mereka? Stabilitas ekonomi kudu kita jaga dalam rangka menjaga stabilitas politik," pungkasnya. (Ifa)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia