
Kebutuhan Listrik di RI Kian Meningkat, Infrastruktur Gas Disiapkan (Foto: PLN EPI)
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menyiapkan strategi penguatan pasokan daya primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi daya nasional.
Salah satunya melalui pembangunan prasarana gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.
Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI Anggoro Wisaksono mengatakan, perencanaan ketenagalistrikan nasional kudu dilakukan secara menyeluruh dari sisi demand listrik, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga daya primer.
“PLN EPI ada di sektor daya primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, proyeksi kebutuhan listrik menjadi titik awal perencanaan upaya ketenagalistrikan lantaran menentukan kebutuhan kapabilitas pembangkit, jaringan, hingga pasokan daya primer. Sementara daya primer menjadi aspek utama nan memastikan pembangkit mempunyai pasokan bahan bakar nan aman, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, PLN EPI merujuk pada RUPTL 2025–2034 nan memproyeksikan perubahan bauran daya pembangkitan nasional. Pada 2034, produksi listrik berbasis batu bara diproyeksikan mencapai 273,8 terawatt hour (TWh) alias sekitar 47% dari total bauran daya nasional. Sementara gas bumi diperkirakan mencapai 132,3 TWh alias 23%.
Adapun daya baru terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai 164,1 TWh alias sekitar 28% dan biomassa sebesar 8,1 TWh. Dalam skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED), porsi EBT apalagi diproyeksikan meningkat menjadi 190,9 TWh alias 33% pada 2034.
Meski demikian, Anggoro menegaskan batu bara dan gas tetap bakal menjadi tulang punggung keandalan sistem kelistrikan selama masa transisi daya berlangsung.
“Batu bara dan gas tetap berkedudukan menjaga reliability sistem selama masa transisi, terutama untuk memenuhi stabilitas sistem,” katanya.
PLN EPI juga memproyeksikan kebutuhan daya primer sektor ketenagalistrikan bakal terus meningkat hingga 2035 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5% per tahun. Dalam proyeksi tersebut, batu bara tetap menjadi komponen terbesar dalam bauran daya primer pembangkitan. Sementara gas bumi bakal memainkan peran krusial sebagai daya transisi untuk mendukung elastisitas pembangkit di tengah meningkatnya penetrasi EBT.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·