
Kejagung Terus Pantau Anjloknya IHSG (Ari Sandita)
JAKARTA - Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut pihaknya bakal terus memonitor anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persennya dalam dua hari terakhir.
1. Pantau Anjloknya IHSG
"Kita kejaksaan juga tetap memantau alias memonitor adanya kejadian-kejadian, seperti salah satunya adalah kejatuhan alias anjloknya IHSG secara mendadak dalam waktu 1-2 hari. Itu tetap dalam pantauan kami," ujarnya pada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, Kejagung bakal memantau anjloknya IHSG. Pihaknya memastikan memantau peristiwa-peristiwa mengenai kepentingan masyarakat.
"Semua kita telaah, pokoknya semua nan berkepentingan dengan kepentingan masyarakat umum itu pasti kita pantau. Bukan hanya itu saja ya, banyak semuanya," tuturnya.
"Makanya kita masuk di kelapa sawit, masuk di CPO, masuk di timah. Itu adalah untuk kepentingan masyarakat. Semua nan masuk ke kepentingan masyarakat itu, masuk dalam monitor kita, termasuk nan IHSG," kata Syarief.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi soal IHSG telah ambruk lebih dari 8 persen pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 memicu penerapan sistem trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Purbaya menilai di antara pendorong jebloknya IHSG adalah tindakan 'goreng-gorengan' saham. Menurut Purbaya, IHSG jatuh seiring dengan laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) nan mengumumkan kebijakan interim mengenai pasar modal Indonesia.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·