
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peran aktif perekonomian wilayah memegang kunci krusial dalam merealisasikan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah menilai capaian makro tersebut mustahil terwujud jika hanya mengandalkan stimulus kebijakan dari pusat tanpa adanya lompatan performa dari pemerintah daerah.
Airlangga menganalogikan pertumbuhan nasional sebagai akumulasi dari rapor seluruh wilayah. Jika performa di tingkat regional melempem, maka ambisi percepatan ekonomi nasional dipastikan bakal ikut terseret turun.
"Nah 8 persen ini wilayah kudu terus mendorong lantaran pusat itu agregat daerah. Jadi jika daerahnya di bawah nasional tentu dia bakal menjadi bandul ke bawah," kata Airlangga dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah nan digelar di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Adapun Airlangga mengapresiasi sejumlah wilayah nan saat ini sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi fantastis, apalagi melesat jauh di atas rata-rata nasional. Lonjakan performa ini diakui sebagai buah manis dari konsistensi eksekusi program hilirisasi komoditas serta penguatan sektor industri berbasis sumber daya alam (SDA).
“Nah kami lihat beberapa wilayah tumbuh tinggi akibat kebijakan downstreaming alias hilirisasi dari pemerintah,” ungkap Airlangga.
Ia membeberkan bukti konkret keberhasilan kebijakan ini, salah satunya di Provinsi Maluku Utara nan pertumbuhan ekonominya dilaporkan meroket hingga mendekati nomor 19 persen.
Rapor impresif serupa juga dicatatkan oleh wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) nan perekonomiannya melaju kencang ditopang oleh sektor industri ekstraktif dan hilirisasi hulu.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·