Kejutan Tiwi/Fadia Singkirkan Unggulan Ketiga di Kejuaraan Asia 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kejutan Tiwi/Fadia Singkirkan Unggulan Ketiga di Kejuaraan Asia 2026 Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti(Dok. PBSI)

PASANGAN dobel putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses melaju ke babak perempat final Badminton Asia Championships 2026 setelah menumbangkan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee.

Bertanding di Ningbo Olympic Sports Centre, Kamis (9/4), dobel putri Indonesia tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-16.

Kemenangan itu sekaligus menjadi arena balas dendam bagi Tiwi/Fadia setelah pada pertemuan sebelumnya kudu mengakui kelebihan lawan. 

Keberhasilan meredam pola permainan Baek/Lee menjadi kunci utama pasangan nan baru diduetkan pada awal tahun ini tersebut dalam mengamankan tiket delapan besar.

Tiwi mengungkapkan bahwa mereka memetik pelajaran berbobot dari kekalahan di pertemuan terakhir. Meski sempat terbawa ritme permainan lawan, Amallia menegaskan bahwa mereka tetap bisa menjaga kontrol permainan tanpa terkesan terburu-buru.

"Jadi kami menjadikan laga tersebut sebagai pelajaran untuk permainan hari ini. Untuk pola permainan, meskipun kami mengikuti pola main musuh tetapi kami tidak terlalu santuy dan terburu-buru untuk membunuh," ujar Tiwi.

Senada dengan rekannya, Fadia menyebut bahwa kematangan komunikasi di lapangan menjadi pembeda dibandingkan saat mereka pertama kali berjumpa pasangan Korea tersebut di Sudirman Cup 2025. Saat ini, Fadia merasa sudah menemukan ritme dan kebutuhan nan tepat berbareng Amallia.

"Pertemuan sebelumnya saya dan Tiwi baru berpasangan di Sudirman Cup 2025, jadi belum tau polanya seperti apa dan kebutuhan di lapangan seperti apa. Hari ini kami lebih tau kebutuhan kami berdua jadi sudah tau mau bermain pola apa. Untuk hari ini melawan Baek Ha Na/Lee So Hee sudah sesuai dengan pola nan kami dan pembimbing harapkan," jelas Fadia.

Meskipun baru dipasangkan pada Januari lalu, Amallia/Fadia menunjukkan ambisi besar untuk segera menembus persaingan elite dunia. Tantangan menghadapi pemain papan atas di Kejuaraan Asia kali ini dijadikan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan level kompetitif mereka di turnamen-turnamen mendatang.

"Target kami step by step dulu lantaran kami juga belum sering berjumpa dengan pemain top level, lantaran baru di pasangkan Januari lalu. Jadi kami mau mengukur keahlian kami dan jika bisa, kami mau bersaing secepatnya," tambah Fadia. (Ndf/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia