Ambon, CNN Indonesia --
Keluarga Ketua DPC Partai Golkar Agripinus Romatora namalain Nus Kei berharap para pelaku penikaman Nus Kei dihukum seberat-beratnya.
"Keluarga besar, besar angan para pelaku dihukum mati, balasan itu sesuai dengan kematian kerabat kami," kata family Nus Kei, Ginto saat dihubungi, Minggu (19/4) malam.
Seluruh kader Partai Golkar hingga pendukung melayat ke rumah duka Nus Kei di area Karang Tagepe belakang Dargon Lama Ohoijang, Minggu (19/4) malam. Sejumlah abdi negara keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ginto balasan berat tersebut layak diberikan kepada pelaku. Ia bilang, family merasa terpukul dan kehilangan atas tewasnya Nus Kei.
"Kami pasti merasa kehilangan, pasti semua merasa sedih, tapi ini rencana Tuhan, namanya juga manusia, takdir Tuhan,"ucapnya.
Keluarga korban lantas menyerahkan kasus tersebut kepada abdi negara kepolisian.
Ia berbicara pihak korban tetap menunggu mengenai motif pasti hingga menewaskan Nus Kei lantaran tetap menjalani pemeriksaan di Satreskrim.
Mereka berambisi para pelaku nan sementara menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya.
"Kami berambisi pelaku dikenakan pasal nan kudu seimbang dengan perbuatan,"tuturnya.
Saat ini, abdi negara kepolisian setempat tetap berhati-hati di perbatasan antara Desa Tatrean dan Desa Ohoi Holat, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Aktivitas penduduk kedua desa pun tetap terbilang sepi.
Nus Kei (59) tewas di Bandara Sadsuitubun, Minggu (19/4) sekitar pukul 12:00 WIT.
Kala itu, Nus Kei menumpangi maskapai Lion Air JT880. Saat itu Nus Kei mendarat di Bandar Udara Karel Sadsuitubun setelah melakukan penerbangan dari Bandara Pattimura Ambon sekitar pukul 10:45 WIT.
Setiba di airport Karel Sadsuitubun, Nus Kei turun dan sempat dijemput oleh keluarga. Ia sempat ngobrol sementara di depan pintu keluar bandara.
Selang beberapa menit, datang seorang laki-laki dengan memakai jaket merah dan mengenakan masker langsung menikam Nus Kei.
Nus Kei sempat berupaya menyelamatkan diri ke dalam ruang tunggu airport dengan kondisi tubuh tertusuk pisau.
Ia lantas terjatuh akibat kondisi tubuh menurun lantaran pendarahan. Petugas airport nan memandang Nus Kei terjatuh langsung memberikan pertolongan.
Sementara kakak Nus Kei sempat mengejar dan menangkap pelaku. Namun, upayanya tak sukses setelah pelaku terus memberikan perlawanan dan sukses kabur.
Keluarga korban pun memutuskan membawa Nus Kei ke RS dengan. Harapan Nus Kei bisa tertolong sekitar pukul 11:10 WIT.
Nus Kei sempat mendapatkan penanganan medis namun nyawa Nus Kei tak bisa tertolong setelah mengalami pendarahan dan luka pada organ vital pukul 11:44 WIT.
Nus Kei tewas dengan empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri serta tulang belakang.
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei tiba di Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara nan direncanakan bakal digelar pada 22 April 2026.
(sai/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·