loading...
Kemampuan Nuklir Israel. FOTO/viet
JERUSALEM - Meskipun tidak pernah diakui secara resmi, Israel diyakini telah lama mempunyai persenjataan nuklir, berbareng dengan program pengembangan nan belum pernah berada di bawah pengawasan internasional.
Israel melancarkan serangan udara terhadap akomodasi nuklir Iran, menuduh Teheran nyaris mengembangkan peledak atom. Ini juga merupakan argumen utama nan dikutip AS untuk melancarkan perang paling intens saat ini.
Namun, Israel juga diyakini mempunyai program senjata nuklir rahasia nan telah ada selama beberapa dasawarsa dan tetap terus berkembang.
Kapan Israel memperoleh senjata nuklir?
Sejak didirikan pada tahun 1948, dalam konteks pasca Perang Dunia II dan Holocaust, para pemimpin Israel telah menetapkan bahwa kepemilikan senjata nuklir sangat krusial untuk pertahanan nasional.
Komisi Energi Atom Israel didirikan pada tahun 1952. Ketua pertamanya, Ernst David Bergmann, pernah menyatakan bahwa peledak nuklir bakal memastikan “kita tidak bakal pernah lagi digiring seperti domba ke tempat penyembelihan,” menurut Jewish Virtual Library.
Beberapa peneliti menduga bahwa Israel mulai membangun akomodasi pengembangan senjata nuklir pada tahun 1958 di dekat kota Dimona di Israel selatan.
Sebuah laporan intelijen AS nan baru-baru ini dideklasifikasi dari Desember 1960 menunjukkan bahwa proyek Dimona mencakup pabrik pengolahan ulang untuk produksi plutonium dan mengenai langsung dengan program senjata nuklir.
Menurut Arms Control Association (ACA), sekitar tahun 1967, Israel secara diam-diam dan sukses mengembangkan keahlian untuk memproduksi senjata nuklir. Pada tahun 1973, Amerika Serikat "yakin bahwa Israel mempunyai senjata nuklir."
Israel tidak termasuk di antara nyaris 40 negara, sebagian besar di Eropa dan Asia, nan dilindungi oleh "payung nuklir" AS. Menurut para ahli, kurangnya perlindungan ini bagi Israel juga merupakan pengakuan tersirat bahwa negara tersebut sudah mempunyai persenjataan nuklir sendiri dan tidak memerlukan perlindungan pihak ketiga.
"Pada akhirnya, Israel tetap percaya bahwa keamanan negaranya sendiri kudu dijamin oleh dirinya sendiri, dan mereka bakal melakukan apa nan diperlukan untuk mempertahankan perihal itu," kata Alexander K. Bollfrass dari IISS Institute di London.
“Secara resmi, Israel tidak bakal mengkonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir,” tambah Bollfrass.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·