Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menunjukkan aplikasi Rumah Pendidikan nan masuk nominasi arena penghargaan dunia ITU WSIS Prizes 2026 PBB.(ISTIMEWA)
BEBERAPA waktu lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan dua penemuan digital unggulan, ialah Super Aplikasi Rumah Pendidikan dan program Anugerah Bug Bounty.
Yang terbaru, keduanya sukses masuk nominasi arena penghargaan dunia ITU World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 nan diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kedua penemuan ini dinominasikan pada kategori C7 (e-Government) dan C5 (Building Confidence and Security in the Use of ICT). Saat ini, keduanya tengah bersaing masuk lima besar terbaik (Champion Projects) dari total 20 penemuan bumi di setiap kategori.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyampaikan, masyarakat Indonesia dapat mendukung pencapaian tersebut dengan mengakses laman: https://s.id/VoteRumdikABB.
"Lalu, Login alias membikin akun. Selanjutnya, pilih kategori C7 – e-Government, cari Rumah Pendidikan, lampau klik Vote for this project. Kemudian, pilih kategori C5 – Building Confidence and Security in the Use of ICT. Cari Anugerah Bug Bounty, lampau klik Vote for this project," katanya di Bandung, Rabu (22/4).
Menurut dia, merujuk laman resmi, voting dibuka hingga 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC + 02:00 alias untuk Waktu Indonesia hingga 4 Mei 2026 mendatang pukul 04.00 WIB.
Dukungan masyarakat
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, membujuk seluruh masyarakat turut memberikan dukungan.
“Kami membujuk seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan memberikan support melalui voting, agar penemuan Indonesia ini dapat meraih prestasi terbaik di tingkat dunia,” ujarnya.
Ajang WSIS Prizes merupakan penghargaan tahunan nan diselenggarakan ITU, badan PBB di bagian teknologi info dan komunikasi, sejak 2012 guna mengapresiasi penemuan digital nan berakibat pada pembangunan berkelanjutan.
Menurut Suharti, pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia, sekaligus sejalan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan jasa pendidikan nan RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) serta mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Program Anugerah Bug Bounty sendiri menjadi bentuk komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat ketahanan siber melalui keterlibatan aktif peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pengajar dalam ekosistem keamanan digital.
Sementara Rumah Pendidikan datang sebagai super aplikasi nan mengintegrasikan lebih dari 950 jasa pendidikan dalam satu platform. Rumah Pendidikan telah dimanfaatkan oleh puluhan juta pengguna di seluruh Indonesia.
"Setiap bunyi sangat berfaedah untuk membawa penemuan Indonesia melangkah lebih jauh di tingkat global," tandas Suharti.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·