Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tetap Tenang Sikapi Perubahan Cuaca Saudi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tetap Tenang Sikapi Perubahan Cuaca Saudi Jemaah calon haji mengikuti prosesi pelepasan di Masjid Raya Al-A'zhom, Kota Tangerang, Banten, Selasa (21/4/2026).(MI/AGUNG WIBOWO)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi perubahan cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan imbauan nan merujuk pada info Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi nan meminta masyarakat untuk tetap berada di letak kondusif serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar saat terjadi hujan alias cuaca ekstrem.

"Masyarakat diminta untuk tetap berada di letak nan kondusif dan meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca. Penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti pengarahan petugas," ungkapnya, Rabu (22/4). 

Ia menambahkan masyarakat juga diminta untuk mematuhi seluruh petunjuk resmi nan disampaikan melalui beragam media, termasuk platform media sosial.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Arab Saudi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara merata di wilayah barat dan timur, mencakup Mekah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh.

Meski demikian, Budi memastikan jasa kepada jemaah tetap melangkah normal, meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Kemenhaj juga terus meningkatkan edukasi serta kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam aspek kesehatan, agar pelayanan kepada jemaah tetap optimal.

"Layanan kepada jemaah tetap melangkah seperti biasa. nan kita lakukan adalah meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan petugas agar bisa mendampingi jemaah dalam kondisi cuaca nan berubah-ubah," jelasnya.

Seiring perkembangan cuaca, jemaah diimbau untuk menyesuaikan aktivitas ibadah. Apabila kondisi tidak memungkinkan, seperti hujan deras, panas ekstrem, penyelenggaraan salat dan pengarahan manasik dapat dilakukan di hotel.

"Daripada memaksakan diri dan berpotensi mengganggu kesehatan, sebaiknya ibadah dilakukan di hotel saat kondisi cuaca tidak mendukung," katanya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia