Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak(Kemenhaj)
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan persiapan Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M telah mencapai 100 persen. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, identitas digital nan kudu digunakan oleh jemaah selama berada di Arab Saudi ini bakal dibagikan langsung oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan) kepada jemaah di embarkasi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap jemaah mempunyai akses penuh terhadap jasa haji sejak menginjakkan kaki di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk dibagi di sini (Indonesia). Dan kemarin syarikah sudah menyatakan mereka sudah siap, sudah sampai 100 persen di sini,” ujar Dahnil di Jakarta, Kamis (9/4).
Kartu Nusuk merupakan identitas digital krusial nan memuat info krusial jemaah, seperti nama, foto, letak penginapan, hingga status legalitas jemaah. Selain sebagai tanda pengenal, kartu ini menjadi syarat absolut bagi jemaah untuk mengakses area utama, termasuk Kota Mekah, Masjidil Haram, serta akses menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah pembagian di embarkasi merupakan respons sigap Kemenhaj terhadap hambatan nan terjadi pada dua tahun terakhir, di mana banyak jemaah belum menerima kartu hingga menjelang puncak haji.
“Jadi Kartu Nusuk jika tahun lampau itu kan dibagi di Saudi. Sekarang ini dibagi di embarkasi, kelak langsung dibagi oleh syarikah,” jelas Dahnil.
Apresiasi dari DPR RI
Gerak sigap Kemenhaj dalam menuntaskan manajemen haji mendapat apresiasi dari Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. Ia menilai penyelesaian publikasi visa dan pengedaran Kartu Nusuk nan lebih awal merupakan pencapaian signifikan bagi kualitas jasa jemaah.
“Penerbitan visa nan sudah selesai seluruhnya merupakan capaian penting. Demikian juga dengan Nusuk nan bakal dibagikan sebelum keberangkatan, ini menjadi bagian dari upaya peningkatan jasa kepada jemaah,” kata Marwan.
Marwan menekankan bahwa penyelenggaraan haji selalu menghadapi dinamika nan berbeda setiap tahunnya, sehingga sinergi dan keahlian penyesuaian nan kuat antar-pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan. (Ant/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·